Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/7217
Title: Pelaksanaan bimbingan dalam menumbuhkan kemandirian anak yang mengalami Down Syndrome di SLB-C yayasan Khrisna Murti Jakarta Selatan
Authors: Marwa Sopa Indah
Advisors: Nasichah
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 2009
Series/Report no.: 05-019-10-3585;2174 BPI d
Abstract: Anak adalah anugerah dari Alllah SWT dan titipan untuk orang tua, yang merupakan pewaris atau penurun keturunan dari orang tua. Maka dari itu sudah kewajiban orang tua menjaga dengan sebaik-baiknya, sekalipun anak itu terlahir dengan kecacatan mental maupun fisik. Kecacatan mental dikenal dengan keterbelakang mental atau lebih sering disebut down syndrome. Down syndrome adalah kondisi abnormalitas pada diri manusia yang ditandai oleh berbagai abnormalitas fisik termasuk keterbelakang mental yang berat, disebabkan oleh munculnya satu kromosom ekstra dari kedua puluh satu pasang kromosomnya. Dengan ciri-ciri fisik yang unik dan tampak yaitu mata sipit, kepala mengecil, tinggi badan relatif lebih pendek dari anak normal seumurannya, lidah yang menonjol keluar, mulut yang mengecil, hidung yang datar menyerupai orang mongol maka sering disebut mongoloid. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yang dideskripsikan untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan bimbingan dalam menumbuhkan kemandirian anak yang mengalami down syndrome. Alat pengumpul datanya adalah dengan wawancara dan observasi secara langsung terhadap aktifitas bimbingan tersebut. Maksud bimbingan dalam menumbuhkan kemandirian anak yang mengalami down syndrome adalah untuk memahami konsep-konsep sederhana secara rasional serta memberikan bekal pengetahuan mendasar yang berguna bagi anak menuju kemandirian pada taraf perkembangan masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian didapat bahwa pelaksanaan bimbingan dalam menumbuhkan kemandirian anak yang mengalami down syndrome di SLB-C Yayasan Khrisna Murti Jakarta Selatan adalah bimbingan mampu latih yaitu melatih melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kebiasaan sehari-hari. Adapun bentuk bimbingan mampu latih anak yang mengalami down syndrome dilakukan di dalam kelas yaitu menjelaskan, mencontohkan, dan mempraktekkan materi yang telah ditetapkan sesuai jadwal sekolah dengan menggunakan media gambar dan alat peraga, Selain itu bimbingan juga dilakukan di luar kelas dalam bentuk praktek atau bisa juga karya wisata. Metode yang digunakan adalah metode langsung yaitu secara kelompok dan individual dan metode tidak langsung. Adapun faktor penghambat bimbingan dalam menumbuhkan kemandirian anak yang mengalami down syndrome di SLB Yayasan Khrisna Murti Jakarta Selatan adalah faktor emosi anak yang tidak stabil dan sensitif dan kurang adanya motivasi orangtua atau keluarga mengantar anak ke sekolah. Sedangkan faktor pendukungnya adalah alat peraga serta praktek dan kesabaran pembimbing dalam membimbing anak down syndrome
Description: v, 57 P.; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/7217
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MARWA SOPA INDAH-FDK.pdf390.89 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.