UIN Repository
 

Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta >
12 Sekolah Pascasarjana >
Disertasi >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/7039

Title: Pembaharuan hukum Islam menurut Jamal Al-Banna
Authors: Mufidah Sanggaf Aljufri
Keywords: Pembaharuan hukum Islam
Publisher: Sekolah Pasca Sarjana
Series/Report no.: 0311-11-10683;665 PPS D
Abstract: Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara komprehensif ruang lingkup pengertian pembaruan hukum meliputi pembaruan substansi, metodologi, pelaksanaan, dan sumber materinya. Pembaruan dalam metodologi hukum Islam (uṣūl al-fiqh) secara global dilakukan dengan dua cara: pertama, tidak bertaklid kepada suatu metode kecuali dengan dalil dan selalu terbuka untuk mentarjih di antara beberapa pendapat. Kedua, memperluas kaidah-kaidah yang menjadi bahasan dalam ilmu usul fikih. Jamāl al-Bannā menawarkan kontruksi pemikiran hukum dengan berlandaskan kepada ushūl al-fiqh guna memahami hukum Islam secara komprehensif. Langkah pertama yang dilakukan Jamāl al-Bannā dalam pembaruannya, mendestruksi sumber hukum Islam dengan meletakkan secara maksimal peran akal dalam berijtihad yang mengacu pada prinsip terwujudnya kemashlahatan. Bagi Jamāl al-Bannā, yang terpenting dalam langkah sebuah pembaharuan bukanlah menafsirkan al-Qur’an akan tetapi mengangkat nilai revolusioner al-Qur’an. Inti ajaran al-Qur’an adalah nilai-nilai universal ajarannya. Peran akal dan kondisi sosial, bagi Jamāl al-Bannā merupakan dua landasan pokok bagi pemahaman dan penafsirannya terhadap al-Qur’an. Pemikiran dalam fikih juga menjadi sorotan Jamāl al-Bannā. Jamāl al-Bannā memandang bahwa hukum yang ada kurang menunjukkan keuniversalan al-Qur’an dan terkesan tertutup. Hal ini menurut Jamāl al-Bannā disebabkan pendekatan yang digunakan dalam mengkaji ayat-ayat hukum kurang tepat dan bersifat parsial, aspek keterpaduan ayat kurang diperhatikan. Disertasi ini tidak sependapat dengan Muhammad Abū Fatḥ al- Bayanuni, Al-Fiqh Al-Islām bayna Al-Taṭawur wa al-Thabāt, Kairo:1998, yang menyatakan bahwa pembaruan dalam metodologi hukum Islam adalah sebatas penyerdehanaan dalam hal sistematika atau penulisan bukan pembaruan pada substansi dari disiplin ilmu tersebut. Disertasi ini menguatkan pendapat Wael Hallaq dalam tulisannya Can The Sharia be Restored dalam Yvonne Yazbeck Haddad (ed) Islamic Law and The Challenges of Modernity, Oxford: 2004, yang menyatakan metodologi hukum Islam (uṣūl al-fiqh) yang ada tidak cukup lagi untuk dikaitkan dengan kebutuhan hidup modern. Dibutuhkan sebuah metodologi baru untuk menjawab kebutuhan modern tersebut.
Description: iii. 279 hal.; 20 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/7039
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:

There are no files associated with this item.

Items in UIN Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.