Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5765
Title: Pendapatan petani setelah konversi lahan (studi kasus di kelurahan Mekarwangi Kota Bogor)
Authors: Andi Asmara
Advisors: Siti Rochaeni
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah, 2011
Series/Report no.: 0111-10-9317;1476 AGR S
Abstract: Kesulitan perekonomian yang dialami sebagain besar masyarakat Indonesia yang juga notabene menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian semakin memperihatinkan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa fenomena sosial yang terjadi belakangan ini. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung bangsa Indonesia dengan penyumbang devisa negara terbesar, saat ini semakin termarginalkan. Kesejahteraan petani yang tidak semakin membaik semakin menjadi faktor pendorong terjadinya konversi lahan pertanian, peningkatan taraf hidup menjadi alasan krusial yang tidak bisa ditolak ketika para petani atau pemilik lahan mengalihfungsikan lahan mereka menjadi lebih produktif. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani yang melakukan konversi lahan pertanian di Kelurahan Mekarwangi Kota Bogor, mengetahui faktor apa saja yang menjadi latar belakang petani melakukan konversi lahan pertanian manjadi bentuk pemanfaatan lain, dan mengetahui dampak sosial ekonomi dari konversi lahan pertanian terhadap pendapatan pemilik lahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, karena penelitian ini merupakan studi kasus yang melihat banyak variabel yang harus diperhatikan dalam mengetahui karakteristik responden dari sudut pandang sosial ekonomi, yang melatarbelakangi konversi lahan dan dampaknya terhadap pendapatan petani. Penelitian ini di khususkan kepada konversi lahan pertanian berupa sawah menjadi penggunaan non pertanian. Responden penelitan ini adalah semua petani yang melakukan konversi lahannya di Kelurahan Mekarwangi kota Bogor dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir. Responden penelitian ini adalah mantan petani pemilik lahan yang pertama kali melakukan konversi lahan. Hasil penelitian Pendapatan Petani Setelah Konversi Lahan Petanian adalah : Petani yang melakukan konversi lahan pertanian pada Kelurahan Mekarwangi adalah para petani pribumi pemilik lahan yang mendapatkan lahan dengan cara membeli dan waris. Memiliki pekerjaan sebagai peternak, wiraswasta, dan buruh selain berprofesi sebagai petani. Memiliki tingkat pendidikan rendah yaitu SMP, SD dan tidak tamat SD. Berusia sekitar 40-65 tahun dan memiliki penghasilan rata-rata per bulan sebesar Rp500.000-10.000.000, dengan luas lahan sebelum konversi 200-2300M2. Faktor yang melatarbelakangi para petani melakukan konversi lahan pertanian adalah faktor internal petani yaitu untuk meningkatkan pendapatan sebesar 35%, komoditas lain lebih menjanjikan keuntungan sebesar 25%, pola tanam padi terlalu lama 15%, biaya pendidikan 15%, iklim dan cuaca kurang bersahabat 5%, dan memberangkatkan orang tua pergi haji 5%. Faktor eksternal petani adalah desakan pengembang perumahan sebesar 84%, stimulus para tetangga sebesar 16% dan lemahnya penegakan hukum mengenai pertanahan. Dampak yang dihasilkan dari konversi lahan pertanian adalah perubahan mata pencaharian petani pemilik lahan yaitu : tambak ikan, bengkel/ pabrik sepatu home industri, warung sayuran, Industri rumahan pengolahan tape, warung sembako, tanaman hias/ Hortikultura , peternakan ayam, budidaya jamur, kios makanan
Description: i, 83 hal.; 22 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5765
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANDI ASMARA-FST.pdf1.36 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.