Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5689
Title: Pengelolaan produk, merek, dan pengemasan kornet superqurban pada Rumah Zakat Indonesia
Authors: Zunaidi Salam
Advisors: Lili Bariadi
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 2010
Series/Report no.: 0110-09-6760;2499 MD d
Abstract: Produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Produk merupakan unsur pertama dan yang paling penting dalam bauran pemasaran. Strategi produk membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi atas bauran produk, lini produk, merek, pengemasan, dan pelabelan. Perusahaan juga harus mengembangkan kebijakan merek, mereka harus menentukan apakah akan memberikan merek atau tidak, apakah akan memberikan merek produsen atau distibutor, apakah akan menggunakan merek keluarga atau individual. Produk fisik membutuhkan keputusan pengemasan untuk memberikan manfaat seperti perlindungan, penghematan, kenyamanan, dan promosi. Pemasar harus mengembangkan konsep pengemasan dan menguji secara fungsional dan psikologis untuk memastikan apakah dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan sesuai dengan kebijakan masyarakat. Setelah itu diperlukanlah pelabelan untuk identifikasi dan penetapan mutu, penjelasan, dan promosi produk. Penjual diwajibkan oleh hukum untuk menyajikan informasi tertentu pada label untuk menginformasikan dan melindungi konsumen. Rumah Zakat Indonesia menawarkan program inovatif berupa program optimalisasi daging qurban sehingga lebih efektif dan mampu menjadi solusi problem pangan. Superqurban adalah program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Langkah ini diambil untuk menjamin pendistribusian daging qurban sampai daerah-daerah pelosok yang lebih membutuhkan dengan daya tahan yang lebih lama. Dalam pengelolaan produk dimulai dari pengumpulan hewan qurban, Tahun ini Rumah Zakat menerima titipan 8.666 kambing dan 288 sapi untuk disembelih dan dikemas menjadi kornet. Setelah terkumpul dilakukanlah penyembelihan hewan qurban tepat pada hari Raya Idul Adha dan pada hari Tasyrik yang di lakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pasuruan dan Probolinggo. Setelah dipisahkan dari kulit, tulang, dan jeroannya (deboning), tim Superqurban mengantarkan daging segar tersebut ke CV. Buana Arta Moro PIER untuk dibekukan di dalam pendingin (freezer) pada suhu di bawah minus 40 derajat celcius. Setelah dibekukan daging dikirim ke PT. Suryajaya Abadi Perkasa Probolinggo untuk dikornetkan. Latar belakang Rumah Zakat Indonesia dalam pemberian merek dengan nama Superqurban adalah dimaksudkan agar mudah diucapkan, dikenal, dan diingat oleh masyarakat dan juga agar nama yang dipakai bersifat global untuk memudahkan ketika mengadakan ekspansi geografis. Sedangkan kata qurban karena daging kornet yang diproduksi berasal dari daging hewan qurban. Dari segi pengelolaan pengemasaan, mengapa dipilih kaleng? Karena kaleng mempunyai sifat yang baik sebagai pengemas. Kaleng mampu menahan gas, uap air, jasad renik, debu, dan kotoran. Kaleng juga memiliki kekuatan mekanik yang tinggi, tahan terhadap perubahan suhu yang ekstrem, dan toksisitasnya relatif rendah.
Description: ix, 106 p.; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5689
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ZUNAIDI SALAM-FDK.pdf633.18 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.