Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5329
Title: Hubungan tingkat religiusitas dengan kecerdasan emosi sopir angkot kota M-09A Jurusan Kebayoran Lama-Tanah Abang
Authors: Muhammad Zainul Asyikin
Advisors: Gazi Saloom
Abdul Mujib
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Psikologi, 2011
Series/Report no.: 0111-05-8531;983 PSI p
Abstract: (F) Dalam konteks penelitian ini penulis mengamati pada perilaku dan sikap pengemudi angkutan umum yang tidak jarang memunculkan reaksi-reaksi emosional. Reaksi-rekasi emosional seperti marah, acuh tak acuh, galau, cemas, khawatir, sedih, ugal-ugalan dalam mengemudi dan sebagainya, kerap kali terlihat pada pengemudi angkutan umum. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari kejar setoran, terjebak macet, hasil minim, urusan keluarga, tilang polisi, dan lain-lain. Apabila emosi pengemudi angkutan umum labil dan tidak terkendali, maka kemungkinan terjadinya kecelakaan tinggi dan beberapa pelanggaran lalu lintas meningkat. Dengan begitu, keberagamaan memiliki peranan yang sangat kuat terhadap kehidupan seseorang sebab didalamnya telah terkandung berbagai dimensi kehidupan manusia. Dimensi pengamalan (consequential involvement) telah memuat berbagai hal tentang konsekuensi akibat keyakinan, praktek ritual, pengalaman dan pengetahuannya tentang agama yang dianut seperti pengendalian diri (mengatur emosi), tanggung jawab sosial, kesopanan, sikap menghargai orang lain, tolong-menolong, dan sebagainya. Religiusitas adalah seberapa jauh individu penganut agama meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari dalam semua aspek kehidupan. Aspek-aspek religiusitas adalah ideologi, konsekuensi, intelektual, ritual, dan pengalaman. Kecerdasan emosi diartikan sebagai kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja bahu-membahu. Aspek-aspek kecerdasan emosi adalah self awareness, self regulation, motivation, dan emphaty. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan tingkat religiusitas dengan kecerdasan emosi sopir angkutan kota. Jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 123 sopir angkutan kota yang bekerja di terminal Kebayoran Lama. Dari jumlah tersebut dipilih 30 orang responden sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data adalah Skala dalam bentuk Likert. Bentuk pengolahan dan analisa data menggunakan analisa statistika dengan menggunakan program SPSS 14.0, pada uji validitas menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dan untuk menguji reliabilitas instrument dengan Alpha Cronbach. Jumlah item yang valid untuk skala religiusitas adalah 20 item dan 10 item yang tidak valid. Reliabilitas skala religiusitas adalah 0,911. Sedangkan pada skala kecerdasan emosi terdapat 25 item yang valid dan 5 item yang tidak valid. Reliabilitas skala kecerdasan emosi adalah 0,881. Berdasarkan analisis regresi dapat disimpulkan bahwa tingkat religiusitas sopir angkutan kota memberikan kontribusi pada kecerdasan emosional sebesar 0,264 atau 26,4%. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel yang lain. Saran penulis kepada para pengusaha angkutan kota pada umumnya diharapkan untuk memberikan pengarahan-pengarahan berupa siraman rohani minimal sebulan sekali kepada sopir angkutan kota untuk meningkatkan religiusitas. Dan harapan kepada para sopir angkutan kota untuk menaikkan dan menurunkan penumpang tidak disembarang tempat.
Description: xvi, 67 hal.; 28 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/5329
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
98680-MUHAMMAD ZAINUL ASYIKIN-FPS.PDF0 BAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.