Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52797
Title: Analisis hubungan ekspor jahe Indonesia, Cina, India, Belanda serta pengaruhnya terhadap ekspor jahe Indonesia di pasar Internasional
Authors: Salma Nur Aisyah
Advisors: Elpawati
Puspi Eko Wiranthi
Keywords: Analisis hubungan;Ekspor;Jahe;Pengaruh;VAR;IRF;FEVD
Issue Date: 29-May-2020
Publisher: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Permintaan jahe dunia yang berfluktuatif serta tidak seimbang membuat Indonesia sulit mengetahui penurunan dan peningkatan ekspor jahe di Indonesia sehingga sering tidak tercapainya target yang telah ditetapkan. Perkembangan dunia usaha yang begitu cepat juga mengharuskan Indonesia untuk mampu mengetahui berbagai kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang dengan memahami informasi dari negara pesaing utama jahe. Analisis hubungan dan pengaruh antara ekspor Cina, India, Belanda dengan Indonesia sangat diperlukan, karena Cina, India, dan Belanda merupakan negara eksportir utama jahe dunia. Dengan adanya analisis hubungan dan pengaruh tersebut, Indonesia dapat melihat hubungan dan pengaruh antar negara dalam jangka panjang. Hubungan dan pengaruh antar negara pada proses ekspor, dapat menyebabkan penurunan maupun peningkatan ekspor di Indonesia, dengan begitu Indonesia dapat mengetahui permintaan dunia akan jahe Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis hubungan antar negara pengekspor jahe di Indonesia, Cina, India, dan Belanda selama periode Januari 2013–Desember 2017. (2) Menganalisis pengaruh shock/guncangan peningkatan ekspor jahe Cina, India, dan Belanda terhadap ekspor jahe Indonesia selama periode Januari 2018–Desember 2024 mendatang. (3) Menganalisis pengaruh perubahan ekspor jahe di Indonesia, Cina, India, dan Belanda selama periode Januari 2018– Desember 2024 mendatang. Analisis hubungan dan pengaruh 6 tahun kedepan periode Januari 2018- Desember 2024, menggunakan time series berupa data ekspor jahe Indonesia, Cina, India, Belanda periode Januari 2013-Desember 2017, yang diperoleh dari UN Comtrade di Pasar Internasional. Data ekspor bersifat kuantitatif diolah dengan menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel 2010 dan Eviews 10. Metode Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis VAR/VECM, yang didalamnya terdapat beberapa tahapan analisis meliputi, uji stasioner ADF, uji lag optimum, uji stabilitas model VAR, uji kausalitas Granger, Impuls Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat hubungan ke 4 negara, Indonesia, Cina, India, Belanda terlibat dalam hubungan jangka panjang, namun yang saling mempengaruhi signifikan terhadap peningkatan dan penurunan ekspor jahe hanya Indonesia, Belanda, dan India. Hasil pengaruh shock/guncangan dari Cina, India, Belanda terhadap Indonesia menggunakan IRF untuk periode Januari 2018-Desember 2024 mendatang, menunjukkan bahwa jika ada guncangan (shock) peningkatan dari Cina maka Indonesia akan merespon secara negatif artinya akan terjadi penurunan ekspor jahe Indonesia. Dan jika ada guncangan (shock) xi peningkatan dari India maka Indonesia akan merespon secara positif artinya akan terjadi peningkatan ekspor jahe Indonesia, begitupun dengan Belanda, jika ada guncangan (shock) peningkatan dari Belanda maka Indonesia akan merespon secara positif sehingga artinya akan terjadi peningkatan ekspor jahe di Indonesia. Hasil pengaruh perubahan ekspor jahe di Indonesia, Cina, India, Belanda menggunakan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) untuk periode Januari 2018- Desember 2024, menunjukkan ekspor jahe Indonesia akan meningkat yang pengaruhnya didominasi oleh Indonesia itu sendiri sebesar 92%, Belanda 7%, Cina 0.2%, dan India 0.8%. Untuk ekspor jahe Cina menujukan ekspor akan meningkat yang pengaruhnya didominasi oleh Cina 80%. Indonesia 4%, India 5% dan Belanda 11%. Untukk ekspor jahe India menujukan ekspor akan meningkat yang pengaruhnya didominasi oleh India 68%, Indonesia 20%, Cina 6%, dan Belanda 6%. Sedangkan untuk ekspor jahe Belanda akan terjadi peningkatan ekspor yang pengaruhnya didominasi oleh Indonesia 73%, Cina 1%, India 5%, dan Belanda 21%.
Description: xviii, 137 hlm; 29 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52797
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SALMA NUR AISYAH-FST.pdf1.48 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.