Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52274
Title: Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Kenakalan Santri Di Madrasah Aliyah (Ma) Pondok Pesantren Tapak Sunan
Authors: Mohammad Nasrudin
Advisors: Dimyati
Keywords: Peran Bimbingan dan Konseling;Kenakalan Santri
Issue Date: 9-Jul-2020
Publisher: Jakarta : FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: faktor utama kenakalan yang terjadi di Pondok Pesantren adalah perilaku santrinya sebelum masuk pondok pesantren, artinya perilaku buruk sebelum mereka masuk pondok pesantren terkadang masih terbawa dan menyebabkan kenakalannya terulang kembali ketika mereka masuk pondok pesantren, karena posisi pondok pesantren adalah sebagai pusat keagamaan dimana tentunya karakter para santri akan dibentuk religius, banyak diantara santri yang bertempat tinggal di kota kota besar dan membawa perilaku buruknya ke dalam pondok pesantren. dalam mengatasi kenakalan para santri, guru bimbingan konseling memiliki peran yang berbeda dengan guru guru bimbingan konseling pada umumya, dimana di MA Pondok Pesantren Tapak Sunan program kegiatan bimbingan konseling sangat berpengaruh dengan keberadaan Kyai (Pengasuh Pondok Pesantren), keputusan keputusan yang diambil oleh guru bimbingan konseling haruslah disepakati oleh Kyai. Dalam memberikan hukuman pun guru pembimbing hanya leluasa ketika santri melakukan pelanggaran dalam kategori ringan, selain itu dua kategori pelanggaran, yaitu pelanggaran sedang dan berat, guru pembimbing harus melaporkan kasusnya kepada pengasuh pondok pesantren (Kyai). Jadi dalam kasus kenakalan sedang dan berat guru pembimbing hanya menjadi monitor atau pengawas, bukan sebagai eksekutor atau orang yang memiliki wewenang besar dalam memberikan sebuah sanksi. Kegiatan yang direncanakan oleh guru bimbingan konseling akan dilaporkan kepada pengasuh pondok pesantren untuk nantinya di tanda tangani. Jadi segala tindak tanduk guru pembimbing haruslah berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengasuh pondok pesantren selagi kenakalan yang dilakukan adalah jenis pelanggaran sedang sampai berat. Pemberian sanksi yang diberikan oleh guru bimbingan konseling pada dasarnya adalah sanksi yang sudah dibuat oleh seluruh elemen madrasah, dari Kyai, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru pembimbing serta para dewan guru yang lain. Dimana kegiatan ini biasanya dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Setelah mencapai kesepakatan maka selanjutnya program kegiatan bimbingan konseling akan disampaikan kepada wali santri dalam sebuah pertemuan khusus yang nantinya akan diwakilkan oleh kepala sekolah dan wakilnya.
Description: xii, 58
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52274
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
1113011000061_Mohammad Nasrudin - Nashruddin Muhammad.pdf2.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.