Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52098
Title: AL-QADRU AL-MA’FÛ ‘ANHU MIN AL-NAJÂSÂT WA ‘ILALUHU ‘INDA AL-MAZÂHIB AL-FIQHIYYAH AL-ARBA’AH
Other Titles: AL-FIQHIYYAH AL-ARBA’AH
Authors: Wilda Apriani
Advisors: Aida Humaira
Issue Date: 27-Aug-2020
Publisher: Fakultas dirasat islamiah
Abstract: Penulis menemukan fenomena yang terjadi pada masyarakat ketika bersuci dari najis. Sebagian masyarakat sangat berhati-hati dalam bersuci ketika melaksanakan sholat dan sebagian yang lain tidak terlalu memperhatikan najis ketika shalat. Dan batasan masalah pembahasan ini adalah kadar najis yang dimaafkan dan sebabnya menurut empat mazhab fiqh. Penulis memilih empat mazhab fiqh karena adanya perbedaan antar mazhab tersebut dalam menentukan kadar najis yang dimaafkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar najis yang dimaafkan menurut empat mazhab beserta sebab-sebab dimaafkannya najis. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode perbandingan di antara pendapat empat mazhab fiqh dengan metode pustaka. Peneliti memaparkan sebab-sebab najis dimaafkan, kemudian peniliti membandingkan pendapat dua mazhab dalam kadar najis yang dimaafkan. Data diperoleh dengan mengkaji buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebab- sebab najis dimaafkan: 1) Kesulitan, 2) Najis yang sedikit, 3) . Sulit mencegah terkena najis tersebut, 4) Kaidah umum al-balwa, 5) Darurat. Adapun kadar najis yang dimaafkan menurut mazhab Hanafi: dengan membagi najis kepada 2 macam yaitu najis mughallazhah dan najis mukhaffafah, dan yang dimaafkan adalah najis yang kadarnya sedikit. Kadar sedikit di dalam najis mughallazhah adalah seukuran dirham besar, dan kadar najis mukhaffafah yang dimaafkan adalah seukuran seperempat pakaian jika yang terkena najis itu pakaian atau seperempat anggota tubuh jika yang terkena najis itu anggota tubuh. Kadar najis yang dimaafkan menurut mazhab Maliki: jika darah kadarnya adalah dirham baghli, dan selain darah kadarnya adalah tidak berlebuhan atau banyak. Kemudian kadar najis yang dimaafkan menurut mazhab Syafi’i: Tidak ada perbedaan antara sedikit dan banyak, kecuali dalam beberapa pengecualian, yaitu tidak mampu terhindar dari najis tersebut. Pengikut mazhab Syafi’i menyebutkan kadarnya adalah sesuai ‘urf atau kebiasaan. Kadar najis yang dimaafkan menurut mazhab Hanabilah: Bahwa tidak dimaafkan hal-hal yang mudah untuk dihindari, bahkan jika tidak mengetahuinya dengan penglihatan, kecuali dimaafkan dalam beberapa bentuk. Kata Kunci:
Description: 92 hal
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52098
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
11160600000127_WILDA APRIANI_FDI.pdf1.65 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.