Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52075
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHamka Hasanid
dc.date.accessioned2020-08-26T04:17:56Z-
dc.date.available2020-08-26T04:17:56Z-
dc.date.issued2008-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52075-
dc.description.abstractTokoh yang berideologi bias jender dengan menggunakan metodologi tafsir modern dalam penafsiran ayat-ayat al-Qurân, hasil penafsirannya adalah bias jender. Sebaliknya, tokoh yang berideologi sensitif jender, meskipun menggunakan metodologi tafsir klasik, mereka akan melahirkan tafsir sensitif jender. Budaya patriarki yang menjadikan posisi laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan mempengaruhi lahirnya tafsir bias jender. Tafsir klasik yang pada umumnya ditulis pada daerah yang berbudaya patriarki dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab dalam penafsiran bias jender. Indonesia dan Mesir adalah wilayah yang mewarisi budaya patriarki. Tokoh-tokoh penulis tafsir jender di Indonesia dan Mesir yang hidup dalam lingkungan sosial yang terbuka terhadap pemikiran-pemikiran kesetaraan jender dan memiliki hubungan personal dengan tokoh-tokoh feminis dalam pertemuan mereka dalam perkuliahan maupun seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah mereka yang menghasilkan tafsir sensitif jender. Sebaliknya, tokoh-tokoh yang tertutup terhadap pemikiran kesetaraan jender dan tidak pernah berhubungan dengan pemerhati jender, mereka melahirkan tafsir bias jender.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBadan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RIid
dc.subjectGenderid
dc.subjectTafsir Al-Qur'anid
dc.subjectIndonesia dan Mesirid
dc.titleTafsir Jender: studi perbandingan antara tokoh Indonesia dan Mesirid
dc.typeBookid
Appears in Collections:Buku (Bab atau Keseluruhan)



Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.