Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52073
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Qusjairi Suhail,id
dc.contributor.authorInayatul Maulaid
dc.date.accessioned2020-08-26T04:16:56Z-
dc.date.available2020-08-26T04:16:56Z-
dc.date.issued2020-08-26-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52073-
dc.description173 halid
dc.description.abstractDiskursus repetisi (tikrar) dalam al qur’an dewasa ini menjadi pembahasan pokok bagi para pendusta I'jaz Qur’an. Sedangkan para Orientalis berpendapat bahwasannya al Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang membingungkan dikarenakan banyaknya repetisi yang ada, seperti halnya Tuhan tidak mempunyai kalimat yg lain untuk memperjelas maksud yang disampaikan, sehingga munculah repetisi. Dalam hal ini, peneliti berusaha untuk mengungkapkan konsep repetisi dalam al Qur’an perspektif Said Nursi dengan teorinya yang otoritatif berbeda dengan pemikiran dan teori-teori para pakar lainnya. Urgensi dari penelitian ini adalah mengetahui keistimewaan bahasa al Qur’an dalam fenomena repetisi, respon terhadap tuduhan palsu para orientalis tentang repetisi dalam al Qur’an, dan untuk memurnikan aqidah muslimin dengan mengetahui hikmah repetisi dalam al Qur’an. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini: Pertama, metodologi analisis bertujuan untuk menganalisa data-data yang dikumpulkan peneliti sekaligus untuk mengungkapkan keterkaitan yang ada. Kedua, metodologi deskriptif, digunakan untuk mendeskripsikan biografi Said Nursi, hakikat Risalah Nur, dan konsep repetisi secara komprehensif. Disamping itu, penelitian ini merupakan bagian dari penelitian studi pustaka, dimana peneliti lebih mengutamakan buku-buku pustaka sebagai referensi utama, diantaranya buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tafsir dan ulumul qur'an. Penelitian ini menghasilkan beberapa pembahasan penting diantaranya, Said Nursi tidak menyebutkan definisi repetisi dalam al qur’an secara jelas, dan tidak mengklasifikasikan macam-macamnya, akan tetapi membahas langsung hikmah-hikmahnya secara komprehensif. Dan hikmah-hikmah ini dikumpulkan dalam istilah “Cahaya Mukjizat dalam Pengulangan al Qur’an”, mempunyai enam poin utama: repetisi dalam al qur’an lebih baik, lebih informatif dan sangat diperlukan, repetisi maqasid qur’aniyah dalam setiap repetisi ayat, repetisi untuk penekanan makna, repetisi dalam berbagai bentuk dan gaya bahasa yang berbeda, dan tidak ada repetisi kecuali dalam bentuk saja. Peneliti menemukan hikmah-hikmah lain selain enam hikmah yang disebutkan Said Nursi dalam pembahasannya, yaitu repetisi adalah jenis dari mukjizat al qur’an, hikmah tidak bosan walau diulang-ulang, dan repetisi sebagai asas atau dasar. Dan Nursi datang dengan konsep repetisi al qur’an baru, yang mana para ulama dan mufassir lain tidak menyebutkannya, khususnya dalam kenikmatan jiwa (psikologis) dan estetika dari repetisi al qur’an.id
dc.language.isoarid
dc.publisherFakultas dirasat islamiahid
dc.titleRepetisi (Tikrar) dalam Al Qur'an Perspektif Badiuzzaman Said Nursi dalam Bukunya “Rasa’il Nur” (Studi Analisis dan Kritis)id
dc.title.alternativeStudi Analisis dan Kritisid
dc.typemasterThesisid
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
TESIS INAYATUL MAULA final watermark.pdf3.3 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.