Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52068
Title: Pemulihan perempuan korban kekerasan: analisis perspektif hukum positif dan hukum Islam
Authors: Nurul Adhha
Advisors: Asep Saepudin Jahar
Keywords: Kekerasan Terhadap Perempuan;Islam dan Perempuan;Hukum Islam;Konseling Rohani
Issue Date: Jun-2020
Publisher: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis model penyelenggaraan pemulihan perempuan korban kekerasan dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam pada dua mitra Komnas Perempuan UPT P2TP2A DKI Jakarta dan Akara Perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif empiris. Sumber primer pada penelitian ini yaitu data kualitatif berupa materi audio dan visual dari para informan serta data laporan pemulihan perempuan korban dari kedua lembaga. Sumber sekunder yaitu dokumen publik maupun privat yang terdiri dari berbagai jurnal, artikel, serta buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan observasi kualitatif dan face to face interview. Teknik analisis dan penyajian data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UPT P2TP2A DKI Jakarta dan Akara Perempuan menyelenggarakan pemulihan dengan metode intervensi melalui pendekatan the person-in-environment dan the biopsychosocia-spiritual. Dalam kontek sistem hukum, ditinjau dari aspek substansialnya UU PKDRT sudah memenuhi kebutuhan pemulihan korban. Namun dari aspek struktural hukum, ditemukan kekosongan peran, dan kelalaian koordinasi pada penyelenggaraan pemulihan oleh Kepolisian RI, Kementerian Kesehatan RI, Pemerintahan Provinvi DKI Jakarta, dan Kementerian Agama RI. Dalam konteks penyelenggaraan pemulihan perspektif hukum Islam, pendampingan rohani dilaksanakan melalui pendekatan empatik. Penerapannya menggunakan model conversational space nilai- nilai agama dan spiritualitas, konseling rohani dengan pendekatan Istighroq, dan Ta’dib. Penelitian ini mendukung pendapat Landenburger (1998), Mulia (2002), Goodman (2003), La Jamaa (2014), dan Rokhmad & Susilo (2017) yang berpendapat persepsi hukum melalui proses peradilan di pengadilan bagi pelaku tidak mendukung proses pemulihan bagi korban kekerasan, korban membutuhkan perlindungan preventif maupun kuratif dalam jangka panjang melalui akses yang lebih luas dari pihak terkait. Penelitian ini juga mendukung pendapat Corrington (1989), Ellison & Anderson (2001), Helminiak (2001), Lines (2002), Bradley (2010), Fowler, Faulkner, Learman, & Runnels (2011) yang berargumen penggunaan pendekatan empati dalam penyelenggaraan pendampingan rohani bagi korban kekerasan dapat menghindari pendamping dari kesan “mentolerir kekerasan”, yang menghambat pemulihan korban. Kesimpulan ini berbeda dengan Nason Clark (2004) dan Kulwicki dkk (2010) yang berasumsi keterlibatan agama menjadi sumber dan pemicu terjadinya kekerasan karena pemuka agama melakukan pendekatan korektif kepada korban yang terkesan “mentolerir” kekerasan yang terjadi.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/52068
ISBN: 978-623-6509-19-7
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
NURUL ADHHA - SPs.pdf4.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.