Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51542
Title: SYÛRÂ DALAM AL-QURÂN DAN INTEGRASINYA DENGAN DEMOKRASI : Studi Tafsir Klasik dan Kontemporer Mengenai Surat Ali-‘Imrân : 159
Authors: Attabik Hasan Ma’ruf
Advisors: Abd. Muqsith Ghazali
Issue Date: 8-Jul-2020
Abstract: Dalam sejarah penelitian, telah banyak yang mengkaji mengenai demokrasi, syûrâ atau integrasi di antara keduanya. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa syûrâ dan demokrasi tidak bisa disamakan, keduanya bersumber dari dua pusat peradaban yang saling berseberangan, yaitu peradaban Timur dan Barat. Negara–negara muslim sebelum mengenal demokrasi sendiri mengalami kemunduran dengan munculnya sistem kekuasaan yang otoriter, ketidakadilan dan hukum yang pilih–pilih. Dengan prinsip-prinsip yang ada di dalam demokrasi, ia kemudian muncul sebagai solusi atas permasalahan–permasalahan tersebut. Syûrâ dan demokrasi merupakan konsep pemerintahan negara. Dalam Islam, syûrâ dikenal sebagai sebuah konsep yang bersumber langsung dari al-Qurân. Kemudian yang menjadi permasalahan adalah, dalam khasanah pemikiran Islam klasik, sebagian besar dari mereka menempatkan syûrâ sebagai kewajiban yang harus dijalankan untuk masing-masing individu tanpa menyentuh ranah politik, penafsiran–penafsiran klasik mengenai tema syûrâ sangatlah tekstual dan terbatasi oleh kondisi dan situasi politik negara–negara di dunia saat itu. Berbeda tentunya kondisi negara muslim saat ini, sebagian besar penafsir kontemporer menyuarakan demokrasi sebagai sebuah ide dan konsep pemerintahan. Penulis melakukan penelitian ini dengan metode tafsir maudû’i, kemudian penulis berusaha membandingkan penafsiran Ulama klasik dan kontemporer terhadap ayat-ayat syûrâ di dalam al-Qurân, lalu membandingkan dan mengintegrasikan teori pemerintahan demokrasi dan nilai-nilai syûrâ di dalam al-Qurân, lebih spesifik lagi yaitu dalam Surat al-Imrân : 159 dan Surat as-Syûrâ : 38. Penulis kemudian mencoba memunculkan nilai–nilai syûrâ yang terintegrasi dengan konsep demokrasi dan mendapati vii bahwa dalam prakteknya, ternyata banyak dari nilai–nilai keduanya yang saling terintegrasi, sehingga tidak heran apabila banyak Ulama muslim kontemporer yang mengatakan bahwa demokrasi adalah konsep yang paling merepresentasikan konsep syûrâ yang ada di dalam al-Qurân. Demikianlah penelitian ini penulis lakukan untuk meminimalisir dikotomi anatara konsep syûrâ dan demokrasi yang saat ini telah banyak digunakan oleh negara-negara muslim.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51542
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Tesis Attabik Hasan Ma'ruf ISBN.pdf2.57 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.