Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51481
Title: Aktualisasi keadilan dalam penyelesaian harta bersama akibat perceraian: analisis perbandingan putusan Pengadilan Agama
Authors: Yulia Fatma
Advisors: JM. Muslimin
Keywords: HARTA BERSAMA;KEADILAN;PUTUSAN HAKIM;PERCERAIAN
Issue Date: Jan-2020
Publisher: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Yulia Fatma, Aktualisasi Keadilan dalam Penyelesaian Harta Bersama Akibat Perceraian (Analisis Perbandingan Putusan Pengadilan Agama), Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan aktualisasi keadilan dalam penyelesaian harta bersama antara suami dan istri akibat perceraian, dengan menganalisis pertimbangan hakim, baik yang membagi sama rata maupun tidak sama rata. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian normatif dengan jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis, dan analisis-kritis. Sumber datanya berbentuk bahan hukum primer, yaitu putusan Mahkamah Agung No. 84K/AG/2018, No. 329K/AG/2016, No. 06K/AG/2015 dan putusan banding No. 33/Pdt.G/2017/PTA.JK. Kemudian bahan hukum sekunder yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian dan segala referensi yang berkaitan dengan penelitian ini, serta bahan hukum tersier yang terdiri dari kamus, ensiklopedia dan indeks kumulatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan cara meneliti dokumen putusan dan menganalisis dengan data teoritis menggunakan metode content analysis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan dalam penyelesaian harta bersama terutama persoalan pembagiannya tidak harus sama banyak atau sama rata. Hakim tidak hanya membagi harta bersama dengan sama rata sebagaimana yang termaktub dalam Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Dalam pertimbangan dan penetapan hakim, ada yang membagi tidak setara karena menurut hakim keadilan tidak harus identik dengan sama rata. Hakim memberikan argumentasi secara kontekstual dan progresif serta menggali hukum terhadap perkara harta bersama. Dalam pembagian harta bersama harus mempertimbangkan kontribusi dan negosiasi dari para pihak, dengan cara melihat sejauhmana keikutsertaan para pihak dalam memperoleh harta bersama. Hal demikian dapat dilihat dari terealisasi atau tidaknya hak dan kewajiban sebagai sepasang suami istri selama ikatan perkawinan berlangsung. Penelitian ini setuju dengan pendapat Majid Khadduri, bahwa keadilan prosedural tidak dapat terlaksanakan jika keadilan substantif tidak dapat diwujudkan, serta pendapat Aristoteles yang menyebutkan bahwa keadilan dapat dinilai dari proporsionalitas, yaitu kesebandingan jasa dengan usaha yang dilakukan. Begitu juga dengan John Rawls yang mengatakan bahwa sesuatu dapat dikatakan adil dan seimbang apabila adanya negosiasi antar pihak yang lemah dengan pihak yang beruntung. Kemudian kesimpulan ini juga berbeda dari hasil penelitian Zahrowati dan Jeremy Bentham yang menyatakan bahwa keadilan yang diberikan oleh hakim hanya melihat dari aspek yuridis saja dan lebih mengedepankan kebahagian terbesar dari salah satu pihak saja.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51481
ISBN: 978-602-5576-55-3
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
YULIA FATMA - SPs.pdf4.88 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.