Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51419
Title: Kejayaan dan Kemunduran Perdagangan Banten di Abad 17
Authors: Fahmi Irfani
Advisors: Azyumardi Azra
Didin Saefuddin
Keywords: BANTEN;PERDAGANGAN;PELAYARAN;PERTAHANAN
Issue Date: Jun-2020
Publisher: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengeksplorasi Kejayaan perdagangan maritim di kesultanan Banten pada abad 17 M. (2) Mengetahui peran dan kekuatan maritim Kesultanan Banten, dan (3) Mengeksplorasi sejauh mana intervensi dan peranan Belanda dalam pusaran konflik serta memudarnya perdagangan di Banten. Penulis membantah pernyataan dari Claude Guillot yang menyebut Karangantu merupakan pelabuhan lokal dan bukan internasional. Justru sebalikanya Karangantu menjadi pelabuhan internasional di abad ke 17 M. Selain itu penulis membantah Anthony Reid dalam buku Southeast Asia in the Age of Commerce 1450 – 1680 yang menyebutkan bahwa perdagangan internasional di Banten mengalami penurunan signifikan. Pernyataan ini tidak sepenuhnya tepat, kapal-kapal dagang masih beroperasi di pelabuhan Banten. keuntungan perdagangan Banten masih cukup tinggi, terbukti dengan dibangunnya instalasi kanal-kanal di Tanara yang digunakan untuk kebutuhan istana Sultan ageng Tirtayasa di Tanara serta pengairan sawah-sawah sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang melalui beberapa tahapan yaitu, pertama Tahapan Heuristik (verifikasi), kedua Tahapan Kritik, ketiga Tahapan Interpretasi, keempat Tahapan Historiografi. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif deskriptif analitik Penelitian ini berbasis library research, dimana naskah dan arsip dokumen sebagai sumber primer dianalisa melalui pendekatan teori sejarah sosial, politik, dan sosial ekonomi. Kesimpulan penelitian ini adalah, penguasaan jalur pelayaran laut di Kesultanan Banten menjadikan Banten sebagai pusat perdagangan internasional di Asia Tenggara pada abad 17 M. Pernyataan ini ditunjang oleh sejumlah temuan seperti keberadaan perdagangan reguler di tataran regional dan internasional. Kuatnya armada laut Banten ditopang dengan arsitektur kapal perangnya, ilustrasi perang laut antara Banten dan VOC. Kesultanan Banten merupakan suatu entitas pemerintahan masyarakat yang kedaulatannya bertumpu pada perdagangan. Pendapatan kerajaan ini diperoleh melalui kegiatan jual beli dan pertukaran barang yang melibatkan pedagang regional dan internasional. Keberhasilan memperoleh pemasukan negara tidak bisa dilepaskan dari tata kelola pelabuhan serta instrumen-instrumen ekonomi lainnya, seperti pasar, pergudangan dan pertokoan. Tata kota Banten memang didesain untuk kegiatan perdagangan dan pelayaran mancanegara.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51419
ISBN: 978-602-5932-13-7
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
FAHMI IRFANI - SPs.pdf5.06 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.