Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50434
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorYusuf Rahmanid
dc.contributor.authorSyafiuddin Al Ayubiid
dc.date.accessioned2020-03-06T01:24:56Z-
dc.date.available2020-03-06T01:24:56Z-
dc.date.issued2020-02-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50434-
dc.description.abstractPenafsiran Hamka mengenai ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan Kenegaraan dalam Tafsir Al-Azhar dipengaruhi oleh faktor kolonialisme, afiliasi politik, perumusan undang-undang negara, sistem pemerintahan, dan sikap kritis terhadap pemerintahan, baik pra atau pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini menjadi bukti akan adanya pengaruh kultur sosial politik terhadap sebuah penafsiran, sebagaimana disampaikan Gadamer, Fazlur Rahman dan Quraish Shihab. Adapun Hasil dari penafsiran Hamka yang berkaitan dengan Kenegaraan adalah; Penafsiran ayat-ayat al-Qur’an Hamka dalam hal hubungan antara Agama dan Negara dapat dikatakan bahwa ia tidak menghendaki adanya pemisahan diantara keduanya, ia sangat menentang bentuk pemerintahan sekuler sebagaimana dikatakan ‘Ali Abd Raziq dalam kalangan pemikir politik Islam. Begitu juga penentangannya terhadap konsep pemerintahan khilafah yang didengungkan oleh Abu al-A’la al-Maudu>di, Sayyid Qutb dan Rashi>d Rid{a>. Kecenderungan pemikiran politik Hamka lebih mengarah kepada pemikiran politik Muhammad Husain Haikal, yang mana dikatakan bahwa di dalam Islam terdapat seperangkat prinsip dan tata nilai moral serta etika yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, walaupun dalam pelaksanaannya Islam berhak memilih salah satu sistem yang akan digunakan. Adapun penafsirannya dalam bingkai Ideologi Negara; Hamka seakan mengalami dua peristiwa penting yang terjadi dalam hidupnya, ia seolah mengalami perkembangan dan pergeseran sikap serta pemikiran, dimana pada awalnya ia sangat getol mengusung Islam sebagai ideologi negara, namun pada akhirnya ia menerima Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara dengan dasar atau butir pertama Pancasila yang berbunyi ‚Ketuhanan Yang Maha Esa‛.id
dc.language.isoidid
dc.publisherYoung Progressive Muslimid
dc.subjectTafsirid
dc.subjectAyatid
dc.subjectKenegaraanid
dc.subjectTafsir Al-Azharid
dc.titleTafsir Ayat-ayat Kenegaraan: Studi Atas Tafsir Al-Azhar HAMKAid
dc.typemasterThesisid
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Syafiuddin Al Ayubi.pdf9.24 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.