Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50359
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorFemmy Nurul Akbarid
dc.contributor.advisorFransisca A Tjakradidjajaid
dc.contributor.authorLathifa An Nada Rahmaid
dc.date.accessioned2020-02-25T06:54:24Z-
dc.date.available2020-02-25T06:54:24Z-
dc.date.issued2018-10-16-
dc.identifier.otherImas-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50359-
dc.description.abstractLatar belakang: Angka morbiditas dan mortalitas penyakit tukak peptik di negaranegara berkembang seperti Indonesia masih tinggi. Namun data epidemiologi yang tersedia terbatas, padahal data mutakhir dibutuhkan sebagai landasan penanganan kasus ini. Sebagai pembanding, proporsi tukak peptik di Tiongkok adalah 17,2%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tukak peptik pada pasien di RS Haji Jakarta periode Januari 2015 s.d. April 2018 serta memaparkan faktor risiko usia, jenis kelamin, dan gambaran riwayat konsumsi OAINS pasien tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kategorik. Subjek penelitian diambil dari data pasien yang menjalani pemeriksaan endoskopi di RS Haji Jakarta periode Januari 2015 s.d. April 2018. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih secara random sebanyak jumlah yang dibutuhkan. Data keluhan, diagnosis, usia, jenis kelamin, dan riwayat konsumsi OAINS yang diambil dari rekam medis subjek sterpilih selanjutnya diolah dan ditampilkan sebagai hasil. Hasil: Dari proses randomisasi terpilih 112 subjek yang memenuhi syarat penelitian. Keluhan terbanyak subjek saat datang adalah dispepsia (42,9%). Proporsi pasien tukak peptik adalah 16 (14,3%). Subjek laki-laki dengan tukak peptik lebih mendominasi (75%). Subjek tukak peptik paling banyak berusia >46 tahun (68,8%). 81,3% subjek dengan tukak memiliki riwayat mengonsumsi OAINS, dengan asam mefenamat merupakan jenis yang paling sering digunakan (41,2%). Kesimpulan: Pasien yang datang dengan dispepsia perlu dipertimbangkan memiliki tukak peptik. Proporsi tukak peptik di Indonesia hampir sama dengan negara Asia lainnya. Lansia harus lebih sadar risikonya menderita tukak peptik, terutama yang memiliki riwayat mengonsumsi OAINSid
dc.language.isoidid
dc.publisherUIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FKid
dc.subjectEpidemiologiid
dc.subjectTukak Peptikid
dc.subjectUsiaid
dc.subjectJenis Kelaminid
dc.subjectRiwayat Mengonsumsi OAINSid
dc.titleProporsi Penderita Tukak Peptik di RS Haji Jakarta Tahun 2015-2018id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Lathifa An Nada Rahma-FK.pdf3.79 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.