Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50352
Title: Efek Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Sprague dawley yang Diinduksi Streptozotocin.
Authors: Rani Rahmawati
Advisors: Devy Ariyany
Lucky Briliantina
Keywords: Moringa oleifera;Daun Kelor;Kadar gula darah;histopatologi pankreas
Issue Date: 6-Oct-2019
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FK
Abstract: Latar Belakang Diabetes melitus adalah salah satu penyakit metabolik yang menyebabkan keadaan hiperglikemia dan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Daun Kelor (Moringa oleifera) menurut penelitian sebelum ini, mengandung senyawa antidiabetik dan antioksidan, yaitu flavonoid. Flavonoid ini memiliki efek memperbaiki kerusakan pada pankreas sehingga dapat mengatasi kerusakan pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak Moringa oleifera terhadap gambaran histopatologi pankreas dan kadar gula darah. Metode yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah tikus jantan Sprague dawley sejumlah 25 ekor.Tikus diberikan Streptozotocin dengan dosis 40 mg/kgBB untuk membuat sampel diabetes. Kemudian tikus dibagi menjadi lima kelompok, yakni kelompok kontrol negatif (normal), kontrol positif (tanpa ekstrak daun Kelor), dan kelompok perlakuan dengan dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, serta 600 mg/kgBB. Hasil Adanya perbedaan pada gambaran histopatologi pankreas pada setiap kelompok. Pada kelompok kontrol negatif didapatkan gambaran pulau berbatas jelas, berbentuk bulat, jarak antarsel rapat, sitoplasma merah muda-keunguan, nukleus bulat dan ungu, serta berdiameter 62,9 μm. Pada kelompok kontrol positif didapatkan gambaran pulau berbatas tidak jelas, berbentuk tidak jelas, jarak antarsel jarang, sitoplasma merah muda-keunguan, nukeluas bulat-lonjong dan ungu, serta diameter yang tidak bisa diukur. Pada kelompok perlakuan satu didapatkan gambaran pulau berbatas jelas, berbentuk bulat-tidak jelas, jarak antarsel jarang, sitoplasma merah muda-keunguan, nukeluas bulat-lonjong dan ungu, serta berdiameter 83,9 μm. Pada kelompok perlakuan dua didapatkan gambaran pulau berbatas kurang jelas, berbentuk bulat, jarak antarsel rapat, sitoplasma merah muda- keunguan, nukeluas bulat-lonjong dan ungu, serta berdiameter 84 μm. Terakhir, pada kelompok perlakuan tiga didapatkan gambaran pulau berbatas jelas, berbentuk bulat-lonjong, jarak antarsel rapat, sitoplasma merah muda-keunguan, nukeluas bulat-lonjong dan ungu, serta berdiameter 91,1 μm. Kesimpulan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) pada dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB dapat memperbaiki kerusakan pada pulau Langerhans pankreas dan perbedaan dosis mempengaruhi panjang diameter pulau.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50352
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Rani Rahmawati-FK.pdf2.75 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.