Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50350
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorM. Atho Mudzharid
dc.contributor.advisorHasanuddin AFid
dc.contributor.authorBambang Husni Nugrohoid
dc.date.accessioned2020-02-24T07:06:36Z-
dc.date.available2020-02-24T07:06:36Z-
dc.date.issued2019-11-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50350-
dc.description.abstractKajian ini membahas mengenai metode ijtihad Guru Muh}ammad ‘Ali> ibn ‘Abd al-Wahha>b al-Naqara> al-Banjari> al-Tunkali> dalam empat volume kompilasi fatwa yang berjudul al-Fata>wa> al-Tunkali>yah. Kajian ini adalah kajian hukum normatif yang memiliki perspektif analisis kualitatif dengan sumber-sumber kepustakaan sebagai sumber data utamanya. Sumber primer kajian ini adalah empat volume kitab Al-Fata>wa> al-Tunkali>yah karya Guru Ali beserta rujukan-rujukan yang dipergunakan beliau dalam berfatwa. Naskah-naskah fikih dan usul fikih yang dipergunakan kajian ini dalam melakukan pengujian fatwa dipandang sebagai sumber sekunder. Sebanyak 411 fatwa dipilah dan dikelompokkan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang membagi fatwa Guru Ali dalam kitab Al-Fata>wa> alTunkali>yah menjadi fatwa-fatwa mengenai persoalan ibadah; muamalah; munakahat; jinayah; akidah, dan adab. Dari fatwa yang telah dikelompokkan tersebut kemudian diambil sejumlah 17 fatwa yang dipandang proporsional dan mewakili setiap bidang untuk diteliti metode perumusan dan argumennya dengan menggunakan usul fikih sebagai pendekatan utama. Ilmu-ilmu pendukung lainnya seperti takhri>j al-h}adi>th, qawa>‘id al-tafsi>r, sosiologi, antropologi, hukum pidana dan hukum perdata juga dijadikan pendekatan lain dalam menguji fatwa dalam kitab al-Fata>wa> al-Tunkali>yah. Pengujian fatwa dilakukan dengan memperbandingkan fatwa Guru Ali dengan pandangan ulama-ulama mazhab, pandangan ulama-ulama lainnya, peraturan perundang-undangan, serta keputusan pengadilan, jika ada. Ditemukan bahwa porsi penggunaan mas}a>dir al-ah}ka>m maupun sumber lainnya sebagai sandaran fatwa menunjukkan bahwa Guru Ali dapat diposisikan sebagai na>qil al-madhhab dalam tingkatan mufti mazhab Sha>fi‘i>yah. Ditemukan pula bahwa meski kutipan dari kitab-kitab bermazhab Sha>fi‘i>yah terlihat mendominasi, dinamisasi penggunaan mas}a>dir al-ah}ka>m baik yang muttafaq ‘alaiha> maupun yang mukhtalaf fi>ha> tampaknya telah menunjukkan bahwa praktik adopsi secara total pada pandangan mazhab Sha>fi‘i>yah secara bertahap telah mulai ditinggalkan oleh ulama pesantren seperti Guru Ali. Pola penggunaan referensi beliau juga menjadi bukti bahwa telah terjadi beberapa perubahan susunan prioritas referensi dalam pelaksanaan pemikiran hukum Islam mazhab Sha>fi‘i>yah di Indonesia. Temuan ini mengonfirmasi temuan Mudzhar (1993) dan Riza (2011) yang melaporkan hal yang sama telah terjadi pula pada Majelis Ulama Indonesia dan Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dalam berfatwa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.subjectGuru Aliid
dc.subjectal-Fatawa al-Tunkaliyahid
dc.subjectJambiid
dc.subjectKuala Tungkalid
dc.subjectmasadir al-ahkamid
dc.subjectqauliid
dc.subjectilhaqiid
dc.titleMetode Ijtihad Guru Muhammad 'Ali ibn 'Abd Al-Wahhab Al-Tunkali dalam Kitab Al-Fatawa Al-Tunkaliyahid
dc.typedoctoralThesisid
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Bambang Husni Nugroho - SPS.pdf2.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.