Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50332
Title: MAKNA SIMBOL-SIMBOL DALAM AGAMA HINDU (Studi Terhadap Simbol-simbol di Pura Merta Sari Rengas Tangerang Selatan)
Authors: Intan Pertiwi
Advisors: Syaiful Azmi
Issue Date: 5-Feb-2020
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan secara lebih detail mengenai simbol dalam agama Hindu di bangunan Pura Merta Sari Rengas, Rempoa Tangerang Selatan. Juga untuk mengetahui bagaimana proses pensakralisasian simbol-simbol yang di gunakan dalam peribadatannya. Untuk menjelaskan masalah di atas penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam hal ini, penulis terlibat secara langsung dalam pemerolehan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan di Pura Merta Sari Rengas Rempoa yang dilakukan menggunakan phone recorder. Selain itu penelitian ini menggunakan jenis data pustaka seperti, buku, skripsi, jurnal, media internet, dan sebagainya yang menunjang penelitian. Untuk memahami penelitian ini menggunakan pendekatan Antropologi, mengkaji tentang makna simbol kebudayaan-kebudayaan produk manusia yang berhubungan dengan agama atau keyakinan umat Hindu di Pura Merta Sari Rengas dengan mengunakan teori Clifford Geertz. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbol sarana berupa alat dan bentuk-bentuk bangunan serta makna ornamen-ornamen yang ada di pura tersebut. Agar kebenarannya menjadi mutlak, kemudian untuk menghindari berkurangnya atau berlebih-lebihnya suatu makna. Hasil dari penelitian ini penulis mendapatkan beberapa simbol dalam bentuk sarana dan bangunan yang mempunyai makna tersendiri dalam agama Hindu. Secara umum simbol sarana dan bangunan tersebut memiliki makna sebagai bentuk wujud Kemaha Kuasaan Tuhan. Juga berfungsi sebagai pusat, titik fokus atau perantara dan meningkatkan Sradha Bhakti dengan begitu umat Hindu akan merasa sangat dekat dengan sang pencipta. Simbol-simbol itu dikatakan suci karena telah melalui proses pensakralan atau dinamakan dengan prayascita (upacara Malaspas). Melalui simbol-simbol tersebut manusia dapat membangkitkan imajinasi mereka dengan mengekspresikan diri, termasuk di dalam mengekspresikan aspek kehidupan beragama menggunakan simbol yang telah disepakati secara sosial. Umat Hindu di Pura Merta Sari Rengas Rempoa, mereka banyak sekali menggunakan simbol-simbol dalam aspek kehidupan beragamanya. Simbol–simbol berupa bangunan dan sarana atau alat untuk beribadah, seperti simbol patung, tirtha (air), dupa (api), Simbol Bija, Bunga (Puspa), Kain Hitam Putih (Saput Poleng), Senteng (Ikat Pinggang) atau di sebut dengan simbol sarana. Kemudian simbol bangunan atau arsitektur Pura Merta Sari Rengas Rempoa dibagi menjadi tiga halaman yang di dalamnya terdapat bangunan peribadatan. Yaitu Nista Mandala (Bagian Luar Pura) pada bagian ini terdapat; Candi Bentar dan Bale Banjar, Madya Mandala (Bagian Tengah Pura) di dalamnya ada Bale wantilan, Bagian terakhir Utama Mandala (Bagian Terdalam dan suci/sakral) terdiri dari Kori Agung, Bale Pawedan, Bale Pepelik, Padmasana.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50332
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
INTAN PERTIWI 11150321000033 Br.pdf4.12 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.