Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50281
Title: Peran Asean Disabilty Forum dalam Pengadvokasian Akses Pendidikan Bagi Kaum Disabilitas di Indonesia 2016-2018
Authors: Hayuningtyas Aneswari Pujantoro
Advisors: Riana Mardila
Keywords: ADF, ASEAN, disabilitas, Indonesia, organisasi internasional, hak asasi manusia, pendidikan.
Issue Date: 18-Jan-2020
Publisher: FISIP UIN Jakarta
Abstract: Dalam skripsi penulis meneliti peran ASEAN Disability Forum (ADF) dalam upaya pengadvokasian guna meningkatkan aksesbilitas pendidikan bagi kaum disabilitas di Indonesia tahun 2016-2018. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan akses pendidikan disabilitas di Indonesia, mengetahui berbagai kebijakan ADF serta mengidentifikasi hambatan-hambatan dari pengimplementasian kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan pihak ADF dan studi kepustakaan baik melalui buku, jurnal dan artikel, maupun data-data lainnya yang menunjang penelitian ini. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa Vietnam menjadi negara pertama dengan penyandang disabilitas tertinggi di Asia Tenggara serta Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Vietnam dan Singapura. Melihat hal ini, ADF sebagai satu-satunya organisasi regional yang merepresentasikan kaum disabilitas di Asia Tenggara, berkewajiban melebarkan tugas dan perannya serta menjamin hak-hak dasar terutama pendidikan untuk kaum disabilitas agar terpenuhi. Penelitian ini dimulai pada 2016 ketika ADF melakukan langkah signifikan yakni mendukung disahkannya Masterplan 2025, yang kemudian akan menjadi dasar dari berbagai kebijakan untuk kaum disabilitas di negara anggota ASEAN mulai 2018. Melalui analisa menggunakan teori organisasi internasional dan hak asasi manusia, diketahui bahwa ADF cukup berupaya dalam memberikan hak yang setara untuk kaum disabilitas serta cukup berhasil menjalankan peran organisasi internasionalnya terutama dalam peran arena dan instrumen. Namun sayangnya, ADF tidak dapat menjalankan peran aktor independen organisasi internasional secara maksimal karena memiliki tugas yang lebih mendominasi pada advokasi dan kurang pada pengimplementasian langsung. Hal tersebut dirasa sangat kurang karena ADF merupakan organisasi utama yang diharapkan dapat secara signifikan membantu penyetaraan hak untuk kaum disabilitas.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50281
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
HAYUNINGTYAS ANESWARI PUJANTORO.FISIP.pdf2.36 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.