Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50274
Title: Pengaruh work engagement, perceived organizational support dan optimism terhadap subjective well-being
Authors: Muhammad Ivan Fadillah
Advisors: Abdul Rahman Shaleh
Keywords: subjective well-being;work engagement;perceived organizational support;optimism
Issue Date: 18-Oct-2019
Publisher: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Kesejahteraan subjektif pada pekerja merupakan merupakan salah satu faktor yang berkaitan dan berperan penting dalam perusahaan. Menurut Internatioanl Trade Union Confederation Global Right Index, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat kesejahteraan subjektif rendah bagi pekerja. Oleh sebab itu perusahaan perlu memperhatikan kesejahteraan subjektif pekerjanya. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh work engagement, perceived organizational support, and optimism terhadap subjective well-being. Populasi yang digunakan adalah pekerja di wilayah Mekarsari, dengan sampel 218 orang. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling yaitu teknik convenience sampling. Pengukuran subjective well-being memodifikasi Flourishing Scale (Diener, et, al., 2009) dan Scale of Positive and Negative Experience (Diener, et al., 2009), work engagement memodifikasi skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17: Schaufeli, 2009), perceived organizational support memodifikasi skala Survey of Perceived Organizational Support (SPOS: Einsenberger, 1986), dan optimism memodifikasi skala Life Orientation Test-Revised (LOT-R: Scheiver, Carver & Bridges, 1994). Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan work engagement, perceived organizational support, optimism, dan faktor demografi terhadap subjective well-being pada pekerja di wilayah Mekarsari (R2=0.367 dan p=000). Sementara koefisien regresi menunjukkan beberapa variabel yang signifikan, termasuk dedication (work engagement), supervisor support (perceived organizational support) dan optimism. Terdapat banyak faktor menarik lainnya yang dapat dijadikan independent variable untuk melihat pengaruhnya terhadap subjective well-being karyawan seperti job resources, spiritualitas di tempat kerja, job satisfaction, job demand dan lain sebgainya. Hal ini diperlukan untuk mengetahui sisa 63.3% lagi yang dapat mempengaruhi subjective well-being selain work engagement, perceived organizational support dan optimism.
Description: xiv, 72 hlm. ; 29 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50274
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUHAMMAD IVAN FADILLAH-FPSI.pdf1.66 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.