Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50257
Title: Jaringan Sosial Pedagang Kaki Lima Pecel Lele di Ciputat, Tangerang Selatan
Authors: Afifah Bidayatur Rohmah
Advisors: Saifuddin Asrori
Keywords: Jaringan Sosial, Pedagang Pecel Lele, Komunitas
Issue Date: 13-Nov-2019
Publisher: FISIP UIN Jakarta
Abstract: Penelitian ini membahas tentang jaringan sosial yang terbentuk pada pedagang kaki lima (PKL) Pecel Lele di Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Pembahasan difokuskan pada pola dan proses terbentuknya jaringan pedagang pecel lele Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Teori yang digunakan adalah teori jaringan sosial oleh Granovetter. Penggumpulan data menggunakan teknik purposive sampling, teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan pedagang pecel lele Lamongan membentuk empat pola dan proses jaringan sosial sebagai berikut: Pertama, Norma dan kepadatan jaringannya ditunjukkan oleh adanya tujuan yang sama dalam hal pemasaran pecel lele, dimana dalam tujuan tersebut terdapat unsur-unsur yang menghubungkan antara aktor (pedagang) dengan unsur lain seperti adanya komunitas dan keseragaman dalam hal penggunaan spanduk pecel lele yang menjadi ciri khas tersendiri. Kedua, Pola jaringan pedagang pecel lele Lamongan terasa sangat kuat karena diikat oleh jaringan kepentingan dan jaringan sentiment. Bentuk dari kedua jaringan ini adalah berupa hubungan kedaerahan sebagai sarana pedagang pecel lele dalam mengembangkan usahanya, dan tujuan dan maksud yang sama pedagang pecel lele dalam melakukan aktivitas ekonomi. Ketiga, Pada pedagang pecel lele Lamongan terdapat ikatan-ikatan yang berkonstribusi untuk menjembantani antara relasi individu dengan pihak luar. Dalam kaitannya peran lubang struktur di jaringan pedagang pecel lele adalah berupa “komunitas” dimana komunitas ini berperan sebagai penyambung atau jembatan dari individu (pedagang pecel lele) dengan kelompok pedagang pecel lele lainnya. Keempat, Ketertambatan nonekonomi pada jaringan pedagang pecel lele akibat adanya pengaruh dari luar jaringan yang mempengaruhi tindakan ekonomi individu. Disini ketertambatan sosial dibagi menjadi dua, yaitu adanya pesugihan/penglaris dan interpretasispanduk pecel lele.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50257
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AFIFAH BIDAYATUR ROHMAH.FISIP.pdf2.04 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.