Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50252
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHendro Prasetyoid
dc.contributor.authorSayyidah Nailu Afiyahid
dc.date.accessioned2020-02-12T08:55:47Z-
dc.date.available2020-02-12T08:55:47Z-
dc.date.issued2020-01-29-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50252-
dc.description.abstractSkripsi ini menganalisa mengenai terjadinya pencurian aliran listrik secara kolektif di Desa Tanjung Burung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya pencurian listrik secara kolektif. Teori yang digunakan ialah teori belajar sosial dari Ronald Akers yang berfokus pada empat konsep utama, yakni asosiasi diferensial, definisi, penguatan diferensial, dan imitasi. Dalam teori yang dikemukakan oleh Ronald Akers terdapat nilai-nilai kejahatan yang ditransmisikan karena adanya akses kontak yang mendukung perilaku kriminal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencurian listrik di Desa Tanjung Burung terjadi karena adanya asosiasi difernsial dimana seseorang dihadapkan dengan perilaku yang menguntungkan untuk melakukan pencurian listrik sehingga pencurian listrik dianggap sebagai sebuah definisi yang dapat dibenarkan dan tidak terlalu buruk untuk dilakukan. Selain itu, pada pencurian listrik terdapat sebuah penguat diferensial berupa imbalan dan hukuman yang didapatkan. Hukuman dan imbalan yang didapatkan oleh pelaku umumnya tidak membuat jera karena terdapat berbagai cara untuk menempuh jalan damai agar pelaku tetap dapat teraliri listrik ilegal. Pencurian listrik yang terus menerus terjadi pun dilatarbelakangi oleh adanya perilaku meniru dari pelaku sebelumnya dan didukung oleh lemahnya hukum atau hukum yang tidak berjalan dengan seharusnya sehingga membuat pencurian aliran listrik dilakukan secara kolektif. Hal tersebut dilakukan karena keuntungan yang didapatkan lebih dominan dari pada kerugiannya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherFISIP UIN Jakartaid
dc.subjectPencurian Aliran Listrik, Imitasi, Hukum Kelistrikanid
dc.titleProses Pembelajaran Sosial dalam Pencurian Aliran Listrik Rumah Tangga (Studi Kasus Di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang)id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SAYYIDAH NAILU AFIYAH.FISIP.pdf2.86 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.