Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50242
Title: Tinjauan Ham Internasional Terhadap Praktik Diskriminasi di Xinjiang China
Authors: Wahyu Fathurrahman
Advisors: Mujar Ibnu Syarif
Keywords: HAM Internasional, Praktik Diskriminasi
Issue Date: 2-Nov-2019
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di Xinjiang China serta meninjau bagaimana respon dan kebijakan HAM internasional terhadap praktik pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus. Penulis mengkaji Kebijakan HAM internasional terhadap praktik pelanggaran yang terjadi di Xinjiang China dengan merujuk pada kebijakan Human Right Watch (HRW) sebagai salah satu Lembaga HAM terbesar dunia internasional. Adapun Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini Ada 2 macam. pertama sumber data primer yang terdiri dari bahanbahan hukum yang mengikat, misalnya perundang-undangan yang terkait dengan objek penelitian, termasuk sumber data primer adalah Deklarasi Uniersal Hak Asasi Manusia (DUHAM), Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (ICESCR), Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR). kedua sumber data sekunder, yaitu semua dokumen yang berisi penjelasan terkait tinjauan HAM internasional terhadap bentuk pelanggaran HAM di Xinjiang China berupa tulisan-tulisan, baik dalam bentuk buku, jurnal, artikel, maupun informasi media internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan informasi yang diperoleh dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik diskriminasi yang terjadi di Xinjiang sangatlah bertentangan dengan HAM Internasional. Jika ditelaah satu persatu, praktik pelanggaran HAM yang terjadi di Xinjiang China merupakan bentuk penindasan terhadap suatu kelompok politik, ras, bangsa, etnis, v kebudayaan, agama, jenis kelamin, atau kelompok-kelompok lainnya, yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan (Crimes against Humanity). Selain itu, praktik diskriminasi yang terjadi terhadap Etnis Uighir sudah mengarah pada kejahatan genosida karena dilakukan secara sistematis. Genosida dan kejahatan kemanusiaan merupakan dua dari empat pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court (ICC). Respon dunia internasional terhadap praktik pelanggaran HAM yang kian terjadi di Xinjiang China tidak sebanyak respon dunia terhadap Rohingya di masa silam, terutama negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim. Mereka lebih banyak diam dan tidak memberikan respon nyata terhadap pelanggaran HAM Muslim Uighur. Dukungan justru datang dari negara-negara seperti Amerika, Australia, serta Turky yang memang punya hubungan primordialisme dengan Uighur Xinjiang. Kebijakan nyata dikeluarkan oleh Human Right Watch (HRW) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu lembaga pengejawantahan HAM terbesar di dunia. Kebijakan tersebut hampir serupa yakni mendesak Pemerintah China untuk menghentikan praktik diskriminasi yang terus dilakukan terhadap etnis minoritas khususnya Muslim Uighur di Xinjiang.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50242
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
WAHYU FATHURRAHMAN-FSH.pdf1.85 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.