Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50133
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorM. Amin Nurdinid
dc.contributor.authorMuhammad Wahyuid
dc.date.accessioned2020-02-07T06:58:00Z-
dc.date.available2020-02-07T06:58:00Z-
dc.date.issued2020-01-22-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50133-
dc.description.abstractPenelitian ini membahas tentang tradisi munggah muluh yang dilakukan masyarakat desa Sidomukti Pekalongan. Tradisi maupun ritual merupakan kebudayaan warisan nenek moyang yang keberadaannya tetap eksis dan dipercaya masyarakat sekitar. Tradisi munggah muluh merupakan suatu prosesi acara dalam pembangunan rumah. Muluh yang dimaksud adalah sebatang kayu besar yang menjadi pusat pondasi atap di rumah yang akan dibangun. tradisi ini penulis angkat karena memiliki banyak sekali hal unik yang layak untuk dibahas dan dibedah ke khalayak ramai. Adanya perpaduan antara dua unsur budaya juga menjadi perhatian penting dan salah satu alasan mengapa tradisi ini begitu menarik. Hadirnya budaya Islam yang berbaur dengan budaya lokal masyarakat setempat menjadi bukti bahwa harmonisasi antar budaya sesungguhnya ada dan dapat kita hadirkan ke dalam ruang publik agar stigma negatif tentang budaya kearifan lokal dapat terkikis perlahan bahkan mungkin hilang. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah antropologi dan sosiologis. Metode antropologi digunakan untuk membedah makna yang terkandung dari tradisi munggah muluh ini serta kaitannya dengan masyarakat. Hubungan antara makna muluh atau tradisi munggah muluh secara keseluruhan dengan keyakinan masyarakat bahwa ada sesuatu yang menjadi pegangan teguh masyarakat dalam tradisi ini. Metode sosiologis digunakan karena dalam praktik tradisinya melibatkan banyak unsur masyarakat baik mereka yang terlibat secara langsung dalam tradisi maupun tidak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wujud dari akulturasi Islam dan budaya Jawa begitu terlihat dalam upacara tradisi munggah muluh ini, dengan indikasi adanya banyak unsur dan elemen dari dua kebudayaan itu yang menyatu berbaur saling melengkapi utuhnya ritual munggah muluh. Sebagai contok dalam kasus selametan, ada dua unsur yang berperan dalam prosesi ini yaitu doa yang dipanjatkan merupakan wujud unsur Islam dan sesajen yang merupakan wujud budaya lokal Jawa.id
dc.language.isoidid
dc.titleAKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA JAWA DALAM TRADISI MUNGGAH MULUH DI DESA SIDOMUKTI PEKALONGAN JAWA TENGAHid
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
muhammad wahyu Br.pdf5.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.