Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49060
Title: Analisis Wacana Makna Perjuangan Anak Dalam Keluarga Pada Film Aku Ingin Ibu Pulang
Other Titles: --
Authors: Nur Asiah Aisyah Zaldi
Advisors: Jumroni
Keywords: Analisis wacana;film;perjuangan;anak
Issue Date: 29-Aug-2017
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Perfilman merupakan media massa yang besar peranannya saat ini. Film dapat digunakan sebagai sarana penyampaian sebuah pesan yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi pembuat film untuk membuat film yang dapat memberikan nilai-nilai pembelajaran kepada penonton. Film Aku Ingin Ibu Pulang merupakan film yang bergenre drama dengan tema besar perjuangan seorang anak untuk keluarganya. Film ini terinspirasi dari kisah anak asal Cina yang merawat sang ayah yang sakit keras seorang diri. Di satu sisi film ini menggambarkan betapa kerasnya kehidupan di Jakarta. Di sisi lain, film ini banyak mengajarkan tentang perjuangan dan hubungan antara orang tua dan anak, bahwa untuk berjuang dapat dilakukan siapa saja demi orang-orang yang dicintai. Berdasarkan konteks di atas, maka pertanyaannya adalah bagaimana perjuangan anak yang ditampilkan dalam film? Bagaimana wacana tentang perjuangan anak dalam keluarga pada film Aku Ingin Ibu Pulang pada level teks, kognisi sosial, dan konteks sosial? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana model Teun A. Van Dijk. Van Dijk membagi analisis wacana dalam tiga bagian, yaitu level teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Pada level teks terdapat tiga elemen yaitu struktur makro (tematik), superstruktur (skematik), dan struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris). Level kognisi sosial melihat permasalahan dari kesadaran mental penulis skenario. Level konteks sosial melihat wacana tersebut berkembang di masyarakat. Tema besar dalam film ini adalah tentang perjuangan anak dalam keluarga, dan tentang rasa cinta orang tua dan anak. Bentuk perjuangan yang ditampilkan pada film di antaranya adalah saat Jempol bekerja mencari uang dan berusaha untuk mencari sang ibu, sedangkan cinta orang tua dan anak diperlihatkan saat Bagus dan Satri bangga karena Jempol menjadi juara kelas. Bahasa yang digunakan pada film ialah bahasa sehari-hari dan bahasa daerah Jawa. Dari segi kognisi sosial Titien Wattimena selaku penulis skenario memandang bahwa setiap orang dapat berjuang, bahkan anak yang masih kecil sekalipun. Dari segi konteks sosial, saat ini jiwa juang pada anak-anak untuk keluarga semakin berkurang. Hal ini karena antara orang tua dengan sang anak lebih memilih kesibukan masing-masing. Film ini dibuat untuk meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak. Film ini terinspirasi dari kisah anak asal Cina. Selain itu, film ini juga mengambarkan kerasnya kehidupan di Jakarta yang banyak dirasakan oleh masyarakat. Perjuangan dari seorang anak sangat diperlukan untuk menggapai apa yang dinginkannya. Sudah sepatutnya seorang anak berjuang demi kedua orangtuanya. Kata kunci: Analisis wacana, film, perjuangan, anak, orang tua.
Description: xi, 102 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49060
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NUR ASIAH AISYAHH ZALDI-FDK.pdf3.97 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.