Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49053
Title: Pengaruh Samatha Bavana Terhadap Kesehatan Mental (Studi Kasus :Vihara Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi) Skripsi ini diajukan sebagai syarat melaksanakan kewajiban studi Strata Prodi Studi Agama-Agama
Authors: Maulana Akbar Rafsan Zani
Advisors: Siti Nadroh
Issue Date: 13-Nov-2019
Abstract: Di era sekarang teknologi begitu pesatnya berkembang. Setiap orang dengan mudahnya mencari dan menyebarkan informasi lewat jejaring sosial dalam bentuk tulisan, gambar, suara atau video. namun hal tersebut tidak dibarengi dengan kesehatan mental yang baik dari masyarakatnya. Kita dengan mudah menemukan orang yang tersulut emosinya di lalu lintas hanya karena kemacetan, saling bunuh hanya karena masalah cinta, bunuh diri karena patah hati, emosi orang tua ke anaknya karena tidak mau makan makanan yang sudah disediakan dan masih banyak lagi masalah-masalah kesehatan mental yang jika dijabarkan mungkin bisa menjadi buku yang cukup tebal untuk dibaca. Masalah-masalah dikatakan oleh Dzakiah Drajat sebagai indikasi buruknya kesehatan mental seseorang. Disiplin ilmu psikologi menawarkan cara yang baik dan bisa diterapkan, yaitu mindfulness (meditasi). namun jauh sebelum konsep mindfulness (meditasi) ditemukan oleh ilmuan psikologi, ternyata agama Buddha memiliki konsep yang mirip dengan pembahasan mindfulness milik disiplin ilmu psikologi, yaitu samatha bhavana. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti lebih jauh hubungan antara ritual samatha bhavana yang dipraktekan oleh umat Buddha dengan kesehatan mental milik psikologi. Penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi agama, pendekatan ini digunakan peneliti untuk memahami pengaruh samatha bhavana (meditasi) terhadap kesehatan mental, kemudian teknik analisa data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Dalam melakukan pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa metode antara lain studi kepustakaan, wawancara dan observasi dengan pendekatan kualitatif. Untuk mengukur kesehatan mental responden, peneliti menggunakan indikator kesehatan milik Hana Djumhara tentang empat kriteria kesehatan mental, pertama, pola gejala (syntoms) dan keluhan (complain), kedua, pola penyesuaian diri (adaptasi), ketika, pola pengembangan diri (aktualisasi), keempat, pola agama (spiritualitas) Hasil penelitian yang peneliti temukan adalah meditasi dapat mempengaruhi terhadap kesehatan mental. Dari teori kesehatan mental milik Hana Djumhara tentang empat kriteria kesehatan mental, kriteria yang paling terlihat pengaruhnya setelah responden melakukan samatha bhavana adalah kriteria pertama yaitu pola gejala (syntoms) dan keluhan (complain). Karena ketika diamati, semua responden memiliki keluhan yang berbeda-beda terkait kesehatan mentalnya, tergantung profesi yang dijalaninya. Namun dampak meditasi walaupun berbeda-beda tetapi jika ditarik benang merahnya memiliki pola yang sama yaitu terbebasnya responden dari keluhan (syntoms) yang berkaitan dengan kesehatan mental.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49053
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MAULANA AKBAR-FUF.pdfMaulana Akbar3.33 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.