Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48739
Title: Representasi Nasionalisme Eksil 1965(Analisis Semiotika Foto Exile Karya Rosa Panggabean)
Other Titles: --
Authors: Rizki Solehudin
Advisors: Kholis Ridho
Keywords: Fotografi;Semiotika;Nasionalisme;Eksil
Issue Date: 3-Jul-2017
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Representasi Nasionalisme Eksil 1965 (Analisis Semiotika Foto Exile Karya Rosa Panggabean) Nasionalisme merupakan sebuah keniscahayaan yang dimiliki setiap warga negara, tak terkecuali para Eksil. Hidup dalam pengasingan di negeri orang selama berpuluh-puluh tahun tidak lantas melunturkan sikap nasionalisme para Eksil terhadap Indonesia. Melalui media fotografi seorang pewarta foto Antara Rosa Panggabean mencoba membukukan keseharian Eksil yang berada di Belanda. Dari foto tersebut penulis melihat adanya bentuk nasionalisme yang direpresentasikan melalui aktifitas keseharian para Eksil. Berdasarkan latar belakang tersebut untuk mengetahui representasi nasionalisme yang ditunjukan oleh para Eksil, maka muncul pertanyaan bagaimana makna denotasi, konotasi, serta mitos pada foto Exile karya Rosa Panggabean? Pada penelitian ini penulis menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes. Semiotika model Roland Barthes memiliki tiga tahapan dalam memaknai sebuah foto, yaitu tahapan denotasi, konotasi serta mitos. Setelah melakukan pengkajian melalui analisis semiotika model Roland Barthes terhadap foto Exile karya Rosa Panggabean, penulis menemukan makna nasionalisme yang direpresentasikan melalui aktivitas keseharian para Eksil. Nasionalisme tersebut dapat dilihat dari kerinduan para Eksil terhadap Indonesia yang dipraktekan dengan menyajikan makanan khas Indonesia, mengenakan kemeja batik khas Indonesia, bekerja dengan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Indonesia, serta mengikuti isu-isu yang sedang berkembang di Indoensia. Terlebih menurut Schiller dalam konsep nasionalisme jarak jauh ditujukan bagi mereka yang masih melakukan aktivitas sosial tekait dengan Indonesia, meskipun mereka sudah bukan lagi tercatat sebagai warga negara Indonesia. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Eksil masih memiliki sikap naionalisme. Kesimpulan tersebut berasal dari temuan dan pemaknaan terhadap tanda-tanda yang disajikan oleh fotografer. Selain itu, penelitian yang telah dilakukan terhadap foto Eksil karya Rosa Panggabean, menunjukan bahwa pelihat foto harus lebih jeli lagi dalam memaknai sebuah foto. Sehingga informasi yang ingin disampaikan oleh fotografer dapat diterima dengan baik oleh pelihat foto. Kata Kunci : Fotografi, Semiotika, Nasionalisme, Eksil
Description: x 106 hlm,; 26 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48739
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RIZKI SOLEHUDIN-FDK.pdf3.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.