Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48728
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorGun Gun Heryantoid
dc.contributor.authorDevi yulianaid
dc.date.accessioned2019-12-10T08:15:49Z-
dc.date.available2019-12-10T08:15:49Z-
dc.date.issued2016-12-19-
dc.identifier.issn---
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48728-
dc.descriptionvi 114 hlm,; 26 cmid
dc.description.abstractIstilah radikalisme umumnya dipakai media massa merujuk pada gerakan Islam politik yang berkonotasi negatif. Namun media massa bukanlah sekadar saluran yang bebas, media massa juga subjek yang mengonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias dan pemihakannya. Teknologi informasi dan komunikasi modern, berkontribusi besar dalam transmisi paham radikal. Kementrian Komunikasi Informatika pernah memblokir 19 situs Islam yang dianggap menyebarkan paham radikalisme seperti ISIS. Kecuali Republika Online dan SuaraIslam.com, hingga kini mengawal pemberitaan Islamic State of Iraq and Syria. Penelitian ini akan membongkar bagaimana dan dengan cara apa kedua media tersebut mengkonstruksi realitas ISIS. Dari latar belakang di atas, ditemukan rumusan masalah bagaimana Republika Online dan SuaraIslam.com mewacanakan pemberitaan ISIS pada level teks? Bagaimana Republika Online dan SuaraIslam.com mewacanakan pemberitaan ISIS pada segi kognisi sosial dan konteks sosial? Untuk menganalisa masalah yang diteliti, peneliti menggunakan Analisis Wacana model Teun A. Van Djik, yaitu meneliti beberapa dimensi dalam melihat sebuah wacana. Pertama, segi teks, dengan tujuan untuk melihat strategi representasi dari seseorang atau realitas tertentu dalam sebuah wacana. Kedua, segi kognisi sosial, melihat pemahaman penulis terhadap realitas tertentu yang akan ditulis. Ketiga, segi konteks sosial, bagaimana wacana yang berkembang dalam masyarakat, proses produksi dan reproduksi seseorang atau realitas digambarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini melakukan penelitian mendalam dengan mengumpulkan data yaitu pemberitaan ISIS dan dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait untuk mendapatkan data secara menyeluruh. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif, karena peneliti ingin menggambarkan dan menjelaskan wacana pemberitaan yang ada. Hasil penelitian, wacana yang dimunculkan Republika Online dan SuaraIslam.com mengenai aksi ISIS cenderung memiliki citra buruk, dikategorisasikan sebagai gerakan terorisme, radikal, dan ekstremisme, secara tidak langsung mendelegitimasi kelompok tersebut. Secara kognisi sosial, wartawan Republika Online menunjukan bentuk rasa tidak bersimpatik terhadap kelompok ISIS, dinilai telah melecehkan agama Islam dalam setiap aksinya. Sedangkan SuaraIslam.com menanggapi isu internasional ini dengan tidak memposisikan sebagai pendukung atau pun menentang ISIS, sebab kebenaran pelaku ISIS belum terungkap. Secara konteks sosial, kelompok ISIS dinilai sebagai ancaman bagi dunia, sebab segala bentuk kekerasan dan teror ISIS berdampak dengan tersudutkannya Islam. Keadaan ini meresahkan dan memprihatinkan khususnya bagi umat Muslim. Kata kunci: Wacana, Radikalisme, ISISid
dc.description.sponsorshipDr. Gun Gun Heryanto, M.Siid
dc.description.uri--id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.relation.ispartofseries--;---
dc.subjectWacanaid
dc.subjectRadikalismeid
dc.subjectISISid
dc.titleKonstruksi Radikalisme Di Media Islam(Analisis Wacana Pemberitaan Isis Di Republika Online Dan Suaraislam.Com)id
dc.title.alternative--id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
DEVI YULIANA - FDK.pdf3.53 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.