Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48714
Title: Analisis kelayakan finansial usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm, Depok, Jawa Barat
Authors: Agung Febrianto
Advisors: Rahmi Purnomowati
Siti Rochaeni
Keywords: Pendapatan;Kelayakan finansial;Sensitivitas.
Issue Date: 17-Sep-2019
Publisher: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Ikan adalah salah satu hasil komoditi yang sangat potensial, karena keberadaannya sebagai bahan pangan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, suku, dan agama. Salah satu jenis komoditi ikan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi untuk dikembangkan adalah ikan lele. Budidaya ikan lele mudah dan memiliki pertumbuhan yang cepat, umur panen untuk ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan. Selain itu, ikan lele juga kaya akan kandungan gizi. Kota Depok merupakan salah satu daerah yang cocok untuk menghasilkan komoditi ikan lele karena didukung suhu yang sesuai untuk melakukan kegiatan usahatani ikan lele. Selain itu, usahatani ikan lele juga sudah menjadi primadona di Kota Depok karena ikan lele menjadi alternatif utama untuk sumber protein hewani yang murah dan rasa daging ikan lele disukai oleh masyarakat Kota Depok. Pembenihan merupakan salah satu kegiatan usaha yang diminati oleh pembudidaya ikan lele di Kota Depok karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, durasi pertumbuhannya lebih singkat, dan tidak memerlukan areal usaha yang luas. Salah satu varietas ikan lele yang banyak dibudidayakan oleh pembudidaya ikan lele di Kota Depok adalah ikan lele sangkuriang, sebagai komoditas unggulan yang dikembangkan. Usaha pembenihan ikan lele sangkuriang yang ada di Kota Depok, salah satunya adalah Dafu Farm. Usaha yang dijalankan adalah pembenihan ikan lele sangkuriang, menggunakan dana untuk membiayai investasi dalam jangka panjang. Risiko usaha pada kegiatan budidaya juga cukup besar. Untuk mengurangi risiko tersebut perlu perencanaan yang tepat agar dana yang diinvestasikan dapat memberikan keuntungan. Selain itu, biaya variabel seperti harga pakan yang cenderung meningkat menyebabkan perubahan pada biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mengetahui besar biaya dan pendapatan usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm, Depok, Jawa Barat. 2). Menganalisis pendapatan dan kelayakan finansial usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm yang ditinjau dari nilai R/C Rasio, B/C Rasio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. 3). Menganalisis besar kenaikan biaya pakan dan penurunan harga jual pada usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm yang dapat ditoleransi. Penelitian ini dilakukan di Dafu Farm, Depok, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian tersebut dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Sumber data primer dari penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung dengan Bapak Fuad selalu pemilik usaha Dafu Farm. Sumber data sekunder terdiri dari laporan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok, data Badan Pusat Statistika Kota Depok, laporan perusahaan, penelitian terdahulu dan jurnal terkait. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan perhitungan menggunakan R/C Rasio, B/C Rasio, Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, dan Analisis Sensitivitas (Switching Value). Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan kalkulator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Total biaya usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm selama satu tahun sebesar Rp. 137.469.500. Total kas bersih usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm dalam satu tahun sebesar Rp. 102.649.238. 2) Analisis kelayakan usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Dafu Farm menghasilkan Nilai R/C Rasio sebesar 1,74 menunjukkan bahwa nilai R/C Rasio lebih dari satu (R/C Rasio > 1). Nilai B/C Rasio sebesar 0,75 menunjukkan bahwa nilai B/C Rasio lebih dari nol (B/C Rasio > 0). BEP Volume mendapatkan nilai sebesar 499.889 ekor benih dan BEP harga mendapatkan nilai Rp. 158/ekor benih. Nilai Net Present Value (NPV) usaha pembenihan ikan lele sangkuriang sebesar Rp. 3.160.351 dan bernilai positif. Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 3,89% > 2,5%. Nilai Payback Period sebesar 2,05 menunjukkan bahwa usaha pembenihan ikan lele sangkuriang yang dilakukan oleh Dafu Farm akan mengalami pengembalian modal dalam waktu 2 tahun 6 hari. 3) Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, kenaikan biaya pakan dibagi menjadi dua yaitu, biaya pakan indukan dan biaya pakan benih. Kenaikan biaya pakan indukan sebesar 3%, 6%, dan 12% dapat ditoleransi. Kenaikan biaya pakan benih sebesar 3%masih dapat ditoleransi, sedangkan kenaikan biaya pakan benih sebesar 6% dan 12% tidak dapat ditoleransi karena menghasilkan NPV negatif. Penurunan harga jual benih sebesar 3%, 6%, dan 12% sudah tidak dapat ditoleransi karena menghasilkan nilai NPV negatif. 4). Berdasarkan hasil dari nilai R/C Rasio lebih besar dari satu (R/C Rasio > 1), nilai B/C Rasio lebih besar dari nol (B/C Rasio > 0), hasil Net Present Value (NPV) bernilai positif, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari suku bunga. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa usaha pembenihan ikan lele sangkuriang yang dilakukan oleh Dafu Farm memberikan keuntungan dan layak untuk dijalankan kedepannya.
Description: xvi, 108 hlm; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48714
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AGUNG FEBRIANTO-FST.pdf4.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.