Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48622
Title: Posisi ijtihad yusuf al-qaradia wi tentang asnak f mustahq zakat dalam perbandingan empat mazhab
Authors: Ahmad Gunawan
Advisors: Huzaemah T. Yanggo
Keywords: : Metode Ijtiha>d Yusuf al-Qarada>wi;Penggalian Hukum Islam;, Makna Fi>sabi>lillah;Mustahiq zakat
Issue Date: 2019
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi posisi dan metode ijtiha>d Yusuf al-Qarada>wi> dalam menyelesaikan permasalahan fikih kontemporer untuk mengistinbatkan hukum Islam, khususnya ijtiha>d al-Qarada>wi> tentang penyaluran zakat terhadap mustah}iq zakat dalam relevansi masa kini. Penulis menemukan bahwa Yusuf al-Qarada>wi> telah menggunakan metode ijtiha>d lafz}i>yyah ( kaidah-kaidah kebahasaan) yang langsung pada nas} (teks) dan melalui metode ijtiha>d ma‘nawiyyah berupa qiya>s dan istis}la>h dalam ijtiha>dnya. Dalam penelitian ini, penulis tidak sejalan dengan pemikiran Da>wud bin Ali al-Z>}a>hiri> pelopor mazhab al- Z>{a>hiri> yang menolak ijtiha>d sebagai salah satu instrumen penggalian hukum Islam (istinba>t} al-ah}ka>m). Mazhab al- Z>{a>hiri tidak mengunakan al-Ra’yu; ijma’, qiya>s, istih}sa>n, mas}la>h}ah mursalah, Sadd al-Dhara>’i dan sejenisnya. Mazhab ini menganggap hanya al-Qur’an dan al- Sunnah sebagai sumber hukum Islam dan memahami kandungan teks al-Qur’an dan al- Sunnah dengan arti z}ahi>r (tekstual) tanpa melakukan takwil terhadap nas} tersebut. Penulis juga tidak sepaham dengan pemikiran Maimu>n bin Dais}a>n al-Quda>h} salah seorang perintis mazhab Ba>t}iniyyah yang meyakini setiap teks al-Qur’an dan al- Sunnah memiliki aspek z}ahi>r dan ba>t}in. Sebagaimana setiap kulit pasti memiliki isinya. Z{ahi>rnya sebagai kulitnya, sedangkan yang ba>t}in adalah isinya; inti shari>a‘h. Menurut mereka, seorang yang berakal akan mengambil yang inti, dan meninggalkan kulit luarnya. Tesis ini sepaham dengan Yusuf al-Qarada>wi> yang bersikap moderat, mengintegrasikan antara nas} dan tujuan shari>‘ah (Maqa>s}id al-Shari>‘ah). Al-Qarada>wi> tidak melupakan teks-teks partikular dari al-Qur’an dan al- Sunnah, tetapi dalam satu waktu juga tidak memisahkanya dari tujuan shari>‘ah. Bahkan teks-teks partikular tersebut dipahami dalam bingkai tujuan shari>‘ah secara global. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan cara melakukan penelitian terhadap sumber-sumber tertulis untuk mengetahui sebanyak mungkin pendapat dan konsep para fuqaha yang berkaitan dengan tesis ini. Sumber primernya yaitu karya-karya tulisan Yusuf al-Qarad}a>wi>; Fiqh al-Zaka>h, al-Ijtiha>d Fi> al-Shari>‘ah Isla>mi>yah ma‘a Naz}aratin Tah}li>li>yah Fi> Ijtiha>d al-Mu‘a>s}irah, dan beberapa kitab klasik (tura>th) pegangan empat mazhab di antaranya; Sharh}u Fath}u al-Qadi>r, Ad-Dhakhi>rah, Al-Majmu‘ Sharh}u Al-Muhadhab lisyi>ra>zi>, Al-Mugni> ‘Ala> Mukhtashir al-Kharaqi>. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini terdiri dari literatur usul fikih dan fikih, khususnya yang berkenaan dengan ijtiha>d, metode istinba>t} hukum dan fatwa.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48622
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
AHMAD GUNAWAN.pdf1.27 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.