Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48610
Title: BAHASA DAN IDENTITAS SOSIAL Studi al-Ta‘ri>b sebagai Upaya Majma‘ al-Lughah al-‘Arabi>yah Kairo dalam mewujudkan Ketahanan Bahasa Arab
Authors: Zaki Ghufron
Advisors: Ahmad Thib Raya
Sukron Kamil
Keywords: Al-Ta‘ri>b;Al-Tarjamah;Majma‘ al-Lughah al-‘Arabi>yah Kairo;Terminologi Sains;Dialek
Issue Date: 2019
Abstract: Disertasi ini menjelaskan bahwa kelenturan dan kekuatan adaptasi bahasa Arab dapat dioptimalkan oleh Majma‘ al-Lughah al-‘Arabi>yah Kairo, berdasarkan kaidah-kaidahnya dalam pemeliharaan bahasa, sehingga ketahanannya sebagai identitas sosial tetap terjaga di era global meski pada beberapa kasus tidak dapat dielakkan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan terhadap kaidah-kaidah Majma‘ Kairo tentang arabisasi terminologi sains dan teknologi, dan diperkuat dengan kaidah dialek serta pengembangan aksara Arab yang terdapat dalam setiap publikasinya, seperti jurnal, kamus; al-Mu‘jam al-Wasi>t} dan Majmu>‘ah al-Mus}t}alah}a>t al-‘Ilmi>yah wa-al-Taqni>yah, dan buku-buku sebagai data penelitian yang dianalisis dengan pendekatan linguistik, sosiolinguistik, dan psikologi sosial. Sementara hasil analisisnya akan diuraikan dengan metode deskriptif analitik. Penelitian ini menyimpulkan; Majma‘ mengutamakan metode-metode Arab seperti penerjemahan dengan al-ishtiqa>q dan penggunaan kata-kata Arab lama. Sementara al-ta‘ri>b (transliterasi dan transkripsi) hanya diterapkan pada saat darurat, yakni apabila metode lain tidak memungkinkan dan untuk kebutuhan ilmiah seperti: a) arabisasi nama, b) terminologi sains; yang mengandung makna ilmiah spesifik, dalam bentuk al-a‘ya>n (nomina konkrit), dan menjadi bagian dari kategori umum, c) kata-kata modern dan afiks (imbuhan). Majma‘ juga mengkonsolidasikan dialek dengan Arab fus}h}á, dan menolak usulan huruf Latin sebagai alasan untuk mengembangkan aksara Arab agar mudah digunakan oleh masyarakat. Disertasi ini mendukung pendapat yang menyatakan bahwa bahasa Arab merupakan organisme sosiologis, sehingga dapat beradaptasi dengan segala kebutuhan perkembangan penuturnya melalui kekayaan kosakata, kejelasan makna, serta pola strukturnya yang menjadi alasan kekaguman beberapa sarjana seperti Noeldeke (1911), Fück (1951), Bakalla (1984), Khali>fah (1988), ‘Abd al-‘Azi>z (1992), Salloum dan Peters (1996), Ghazala (2013), dan Hassan (2017). Sebaliknya, penelitian ini menolak pendapat kalangan orientalis Eropa seperti Wilcox (1925), Wilmore (1901), Massignon (1929), Emery (1982), Newman (2002), dan Gurbanov (2010), serta beberapa sarjana Arab sendiri seperti Fahmi> (1943) dan Mu>sá (1956) yang melihat bahasa Arab jauh dari domain ilmu pengetahuan dan teknologi, dan alasan ketertinggalan dunia Arab saat ini sehingga diusulkan penggunaan bahasa dialek dan huruf Latin.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48610
Appears in Collections:Disertasi
Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ZAKI GHUFRON.pdf1.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.