Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48336
Title: Siklus hidup dalam agama lokal: studi komparasi ajaran selingkar hidup kaharingan dan gawe urip-gawe pati islam wetu telu
Authors: Nor Kholis Swandi
Advisors: Siti Nadroh
Issue Date: 12-Oct-2019
Abstract: Perjalanan hidup manusia terentang melalui beberapa taraf: orok-bayi, remaja, dewasa, nikah, tua renta, dan mati. Bersama dengannya, sikap manusia terhadap kenyataan hidup beralih juga. Di dalam tradisi agama lokal, terutama yang berkembang di Kaharingan dan Islam Wetu Telu, setiap masa peralihan kehidupan biasanya diikuti oleh ritual-ritual yang sudah mempunyai makna tersendiri guna mempengaruhi kekuatan alam dan roh-roh yang hidup di sekitarnya agar memberikan kekuatan positif kepada setiap masyarakatnya. Penelitian ini mencoba untuk membandingkan serta menganalisa nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap ritual siklus hidup yang berkembang di Kaharingan (selingkar hidup) dan Islam Wetu Telu (gawe urip-gawe pati), mulai dari periode kelahiran sampai periode kematian. Salah satu contohnya adalah upacara mamanggar janji dalam tradisi Kaharingan yang digunakan untuk menyampaikan maksud pria untuk mempersunting wanita pujaannya. Sedangkan dalam Islam Wetu Telu biasanya dengan melakukan merariq sebagai bentuk komitmen sang pria jika benar-benar ingin menjadikan si wanita sebagai pendamping hidupnya. Jenis penelitian yang digunakan di dalam skripsi ini adalah kajian kepustakaan (library research), dengan pendekatan historis, antropologi fungsionalis Malinowski serta komparatif. Pendekatan historis digunakan untuk memaparkan sejarah Kaharingan dan Islam Wetu Telu. Pendekatan Antropologi fungsionalis Malinowski berguna untuk menjelaskan fungsi-fungsi dari berbagai ritual yang dilakukan oleh kedua suku tersebut. Sedangkan pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan ritual-ritual yang ada dalam siklus hidup Kaharingan dan Islam Wetu Telu. Meskipun Kaharingan dan Islam Wetu Telu merupakan dua entitas yang berbeda, tapi secara substansial mempunyai nilai-nilai yang beririsan di dalam ritus kehidupannya. Ritus-ritus yang dilakukan berkenaan dengan siklus hidup manusia mempunyai kedudukan yang sangat tinggi karena mampu memberi makna bagi setiap manusia dalam kehidupannya. Selain sebagai penghubung dengan alam roh-roh nenek moyangnya, tujuan dari pada ritus peralihan ini adalah sebagai sarana pembebasan diri dari kesalahan atau penebusan hutang dari taraf hidup yang ditinggalkan, usaha memperkuat diri sambil memohon doa restu, kekuatan batin, bekal rohani dan keberanian untuk berhasil baik dalam taraf hidupnya yang baru atau pada jenjang masyarakat baru yang akan dinaikinya
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48336
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NOR KHOLIS SWANDI-FUF.pdf1.22 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.