Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48335
Title: Upacara pangantan (perkawinan adat sumbawa) di desa tepas sepakat (studi analisis akulturasi budaya dengan agama)
Authors: Agus Berani
Advisors: Siti Nadroh
Issue Date: 8-Nov-2019
Abstract: Agama Islam di Sumbawa memiliki karakter dan ekspresi keberagamaan yang unik. Hal ini karena penyebaran Islam di Sumbawa, lebih dominan mengambil bentuk akultrasi, baik yang bersifat menyerap maupun dialogis. Pola akulturasi Islam dan budaya Sumbawa, di samping bisa dilihat pada ekspresi masyarakat Sumbawa, juga didukung dengan kekuasaan politik kerajaan Islam di Sumbawa. Masuknya Islam di Tanah Sumbawa dibawa oleh Dewa Mascinni seorang kesultanan Kerajaan Goa dari Suku Bugis Makasar pada tahun 1508. Semenjak masuknya Islam ke Sumbawa menjadikan setiap aktivitas adat istiadat ke-Sumbawaan bernuansa ke-Islaman. Adat istiadat bernuansa ke-Islaman tersebut menjadi pedoman hidup masyarakat Sumbawa dalam sebuah slogan “Adat Berenti Ko Syara‟, Syara‟ Berenti Ko Kitabullah”. Kendati ada fluktuasi relasi Islam dengan budaya Sumbawa terutama era abad ke 15-an, namun wajah Islam Sumbawa yang akulturatif terlihat dominan dalam hampir setiap ekspresi keberagamaan masyarakat muslim di wilayah ini, sehingga ”sinkretisme” dan toleransi agama-agama menjadi satu watak budaya yang khas bagi Islam Sumbawa. Sehingga ada proses akulturasi dalam menampilkan praktik beragama pada kehidupan sehari-hari termasuk dalam upacara pangantan. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji interaksi antara Islam dan adat pada masyarakat Sumbawa dalam upacara pangantan dalam tinjauan akulturasi budaya . Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif. Sumber data dan informasi yang penulis dapatkan dari proses wawancara langsung maupun dari buku-buku, jurnal, dan artikel yang sesuai dengan tema dan judul yang dibahas. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan historis, antropologis dan teologis. Penulis berusaha untuk menjelaskan hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan selama beberapa hari di Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa ada sinergi antara keteguhan dalam adat dengan ketaatan beragama. Dalam falsafah hidup masyarakat Sumbawa dikenal dengan istilah “Adat Berenti Ko Syara‟, Syara‟ Berenti Ko Kitabullah”+. Artinya dengan menjadikan adat (adat) dan syara‟ (syariat) keduanya sebagai landasan hidup masyarakat Sumbawa, maka ini menyatukan fungsi keduanya dalam mengatur kehidupan. Selanjutnya dalam banyak aktivitas adat telah diadaptasi dengan prinsip-prinsip ke-Islaman. Islam diterjemahkan ke dalam perangkat kehidupan lokal dengan tetap mempertahankan pola yang ada kemudian ditransformasi ke dalam esensi tauhid. Dengan menggunakan potensi lokal ini digunakan sebagai strategi untuk membangun spiritualitas tanpa karakter ke-Araban. Islam dalam nuansa adat Sumbawa diinterpretasi kedalam nilai dan tradisi sehingga membentuk identitas masyarakat
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48335
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AGUS BERANI-FITK.pdf4.38 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.