Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48192
Title: UJI EFEK ANTIFERTILITAS EKSTRAK KERING KULIT BATANG “KAYU KASAI” (TRISTINIA SUMATRANA MIQ, MYRTACEAE) TERHADAP TIKUS PUTIH BETINA.
Other Titles: ANTIFERTILITY EFFECT OF EXTRACT DRY OF BARK "KASAI WOOD" (TRISTINIA SUMATRANA MIQ, MYRTACEAE) ON FEMALE WHITE RATS.
Authors: Muhammad Yanis Musdja
Advisors: Dr. Ny. N.C. SOEGIARSO
Keywords: TESIS S-2 Farmakologi;Pharmacology;NATURAL PRODUCT FOR FAMILY PLANNING;Efek Antifertilitas Kulit Batang Kayu Kasai;Bahan alam untuk obat KB;Tesis S-2 Terbaik untuk Pengembangan Obat KB, Hasil Penilaian BKKBN RI
Issue Date: 19-Oct-1987
Publisher: Institut Teknologi Bandung
Series/Report no.: Tesis S-2 Institut Teknologi Bandung;Khasiat Antifertilitas Kulita batang Kayu Kasai
S-2 Farmakologi, Farmasi, ITB Bandung;Manfaat Kulit Batang Kayu Kasai untuk Obat KB
Abstract: The dry extract of the bark of kayu kasai (Tristinia sumatrana, Miq., Myrtaceae) was tested for antifertility activity in female albino rats of the wistar strain. The extract dissolved in water, when administrated per oral at doses of 300 mg, 600 mg and 1200 mg per kg body weight for 7 days before and 10 days after pregnancy, caused significant inhibition of implantation (P 0,01). Only 1200 mg per kg body weight dose showed 60% antifertility activity, whereas at doses of 300 mg and 600 mg per kg body weight the antifertility were 0% and 20% respectively. No abnormalities were observed on the new born rats until the age of one month. Daily administration during more than two weeks did not affect the health of the adult rate suggesting that the doses were not toxic. Key Words: Antifertility, Kayu kasai, Tristinia sumatrana, water extract. Telah dilakukan pengujian efek antifertilitas ekstrak kering kulit batang kayu kasai (Tristinia sumatrana, Miq, Myrtaceae) terhadap tikus albino betina strain wistar. Pemberian ekstrak yang dilarutkan dalam akuades dilakukan secara oral dengan dosis 300 mg, 600 mg dan 1200 mg per kg bobot badan terhadap tikus selama 1 – 7 hari sebelum hamil dan dilanjutkan 1 -10 hari sesudah kehamilan menyebabkan pengurangan jumlah implantasi yang bermakna pada P 0,01. Sedangkan sebagai aktivitas implantasi hanya dosis 1200 mg per kg bobot badan yang menghasilkan anti implantasi masing-masing 0% dan 20 %. Pemberian ekstrak tidak menyebabkan pengurangan nafsu makan dan tidak menganggu kesehatan dari induk tikus serta tidak menyebabkan adanya cacat fisik pada anak-anak tikus yang diamati sampai berumur satu bulan. Kata Kunci: Antifertilitas, Kayu kasai, Tristinia sumatrana, ekstrak air.
Description: Kami mengucapkan terima kasih ke Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, karena dipilih sebagai Tesis S-2 terbaik tahun 1987, untuk Pengembangan Bahan Obat Alami untuk Keluarga Berencana (KB) dan mendapatkan BANTUAN DANA sebesar Rp. 1.500.000, terhadap penilaian Tesis kami.
metadata.dc.description.uri: https://digilib.itb.ac.id/index.php/gdl/view/8764
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/48192
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
1987-10-24 YANIS TESIS S2 ITB NOT ALL.pdf54.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.