Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47839
Title: Formulasi strategi pengembangan usaha kecil sop duren kepo kota tangerang selatan
Authors: Astrid Aisyah Hanani
Advisors: Mudatsir Najamuddin
Junaidi
Keywords: Manajemen Strategis;Usaha Kecil;Formulasi Strategi;Sop Duren
Issue Date: 24-Jan-2019
Publisher: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Usaha Mikro Kecil memiliki proporsi besar dalam membantu perekonomian indonesia serta dapat merealisasikan program pemerintah yaitu Nawa Cita terkait dengan agenda peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. salah satu sub agendanya adalah peningkatan daya saing tenaga kerja. Hal tersebut dibuktikan oleh data sensus ekonomi 2016 yang dilakukan oleh BPS yaitu Sebesar 76,28 persen dari total tenaga kerja didominasi oleh tenaga kerja skala Usaha Mikro Kecil (UMK). Diantara banyaknya bisnis usaha mikro kecil yang ada di indonesia, salah satu yang selalu berkembang setiap tahunnya adalah bidang kuliner, menurut CNN indonesia perkembangan kuliner di Indonesia tumbuh rata-rata 14% setiap tahunnya. Perkembangan tersebut sangat terasa khususnya di daerah perkotaan. Salah satunya adalah Tangerang Selatan. Peningkatan tersebut secara perlahan membuat produk kuliner saat ini bukan saja dianggap sebagai produk kebutuhan dasar melainkan sebagai tren dimana konsumen tertarik untuk mencari tahu cerita dibaliknya, pengalaman yang dirasakan, serta keunikan rasa dan tampilan saat menyantap produk kuliner tersebut. Salah satu olahan kuliner yang termasuk ke dalam jenis produk yang unik adalah sop durian yang mulai diperkenalkan sejak tahun 2013. Berdasarkan hasil observasi penulis, Sop Duren Kepo merupakan perusahaan yang memiliki rata-rata penjualan paling tinggi dibanding dengan pelaku usaha sejenis lainnya, selain itu Sop Duren Kepo juga menjadi perusahaan pertama yang mendirikan usaha sop durian di Tangerang Selatan. Sop Duren Kepo mengutamakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai dan kemudahan akses oleh publik, lingkungan toko yang nyaman dan bersih serta mengedepankan prinsip keislaman dalam setiap pelaksanaan bisnis. Hingga saat ini perusahaan terus berupaya untuk mengembangkan usahanya, walaupun kerap mengalami kerugian yang dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan. Beberapa yang diduga sebagai penyebab antara lain jumlah SDM yang sedikit, varian produk yang kurang menarik dan sedikit, kualitas pelayanan lemah, perubahan selera konsumen, ketersediaan bahan baku yang fluktuatif, harga bahan baku tidak stabil, dan kenaikan TDL dan BBM. Metode pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan pertimbangan adanya kesediaan dari pemilik dan stake holder untuk menganalisis kondisi perusahaan, selanjutnya merumuskan strategi pengembangan perusahaan dengan menggunakan matriks IFE dan EFE, matriks IE dan matriks SWOT untuk mendapatkan beberapa alternatif strategi dan matriks QSP untuk mendapatkan prioritas strategi. Berdasarkan hasil analisis matriks IFE, maka dapat diidentifikasi enam kekuatan dan enam kelemahan dengan perolehan skor total untuk faktor internal sebesar 2,551 yang mengindikasikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi internal yang baik, sehingga mampu memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki untuk mencapai keberhasilan usaha. Analisis matriks EFE menghasilkan enam peluang dan lima ancaman dengan skor bobot total sebesar 3,150 yang mengindikasikan bahwa perusahaan sudah baik merespon peluang dan ancaman yang terdapat dalam industri, sehingga cukup mampu menarik keuntungan dari peluang yang ada dan meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal. Hasil pemetaan total rata-rata IFE dan EFE memposisikan Sop Duren Kepo pada kuadran II yang berarti termasuk ke dalam kategori posisi Grow and Build (Tumbuh dan Bina). Untuk strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal). Pencocokan faktor strategi eksternal dan internal pada matriks SWOT menghasilkan sembilan strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Alternatif strategi tersebut antara lain mengembangkan jenis usaha dengan membentuk sistem franchise, memaksimalkan promosi dengan memanfaatkan digital marketing, meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan dengan bantuan pemerintah, melakukan sertifikasi produk dan proses, membuat kontrak dan membina kemitraan yang intensif dengan petani durian untuk budidaya durian, melakukan kerja sama dengan pihak lain seperti supplier durian dengan skala besar, menyusun standar operasional prosedur perusahaan, memperbaiki sistem manajemen perusahaan, dan melakukan inovasi produk mengikuti tren saat ini. Hasil analisis matriks QSP menunjukkan bahwa strategi melakukan inovasi produk mengikuti tren saat ini sebagai prioritas utama untuk dilaksanakan dengan nilai TAS tertinggi sebesar 5,568. Urutan prioritas strategi perusahaan hasil analisis matriks QSP berdasarkan nilai TAS tertinggi sampai terendah adalah melakukan inovasi produk mengikuti tren saat ini skor TAS 5,568, mengembangkan usaha dengan membentuk sistem franchise skor TAS 5,367, dan memaksimalkan promosi dengan memanfaatkan digital marketing skor TAS 4,996.
Description: V, 106 hlm,; 28 Cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47839
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ASTRID AISYAH HANANI-FST.pdf2.16 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.