Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47816
Title: Pengaruh Pemberian Ekstrak Kunyit Putih (CURCUMA ZEDOARIA) Terhadap Aktivitas Superoksida Dismutase pada Tikus Jantan Strain Sprague Dawley yang diberikan Monosodium Glutamat (MSG) Selama 14 Hari. 2018.
Authors: Kenyo Sembodro Pramesti
Advisors: Lucky Briliantina
Chris Adhiyanto
Keywords: MSG;Superoksida Dismutase;Curcuma zedoaria;Vitamin C;Radikal Bebas;Antioksidan
Issue Date: 11-Oct-2018
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FK
Abstract: Superoksida dismutase (SOD) merupakan salah satu enzim penyapu yang bertanggungjawab dalam mengkatalisis radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Kunyit putih (Curcuma zadoariae) dan vitamin C (asam askorbat) merupakan zat yang dapat membantu SOD dalam mengkatalisis radikal bebas. Kunyit putih mengandung kurkumin, flavonida, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu zat yang dapat menghasilkan radikal bebas berupa anion superoksida (O2-) yaitu monosodium glutamat (MSG). Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria), vitamin C, dan MSG selama 14 hari terhadap aktivitas superoksida dismutase tikus jantan Strain Sprague Dawley. Metode: Desain penelitian merupakan studi eksperimental. Kelompok penelitian terdiri dari kelompok normal, kelompok yang diberikan MSG (4.800 mg/kgbb/hari), kelompok yang diberikan MSG dengan ekstrak kunyit putih (100 mg/kgbb/hari dan 200 mg/kgbb/hari), dan kelompok yang diberikan MSG dengan vitamin C (250 mg/kgbb/hari dan 500 mg/kgbb/hari). Dosis diberikan secara oral terhadap tikus jantan (Sprague dawley) selama 14 hari. Plasma darah yang diambil melalui vena puncture kemudian dicampurkan dengan KIT yang khusus menggukur akivitas SOD. Aktivitas dari SOD diukur dengan menggunakan prinsip Inhibition Rate of SOD (%). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Inhibition Rate of SOD (%) pada kelompok yang diberikan zat antioksidan (kunyit putih dan vitamin C) didapatkan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberikan MSG. Kunyit putih dan vitamin C dapat meningkatkan aktivitas dari SOD terutama pada kelompok ekstrak kunyit putih dosis 100 mg/kgbb/hari (P<0.005) sedangkan pada kelompok MSG (4.800 mg/kgbb/hari) didapatkan penurunan aktivitas SOD secara bermakna (P<0.005). Kesimpulan: Ekstrak kunyit putih dan vitamin C merupakan antioksidan yang dapat meningkatkan absorbansi dari aktivitas enzim SOD dalam menyapu radikal bebas yang dihasilkan oleh MSG pada tikus jantan (Sprague Dawley).
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47816
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Kenyo Sembodro Pramesti-FK.pdf4.38 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.