Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47704
Title: Peran Mediasi Dalam Upaya Mempertahankan Perkawinan Pada Badan Penasihatan Pembinaan Dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jakarta Selatan
Other Titles: --
Authors: Mayyadah Na'im
Advisors: Mahmud Jalal
Keywords: Peran, Proses Mediasi, dan Badan Penasihatan Pembinaan;Pelestarian Perkawinan (BP4)
Issue Date: Mar-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: ABSTRAK Mayyadah Na’im, Peran Mediasi dalam Upaya Mempertahankan Perkawinan pada Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jakarta Selatan, dibawah bimbingan Drs. Mahmud Jalal, MA, 2019. Permasalahan kecil dalam kehidupan berumah tangga terkadang menimbulkan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Dalam menanggapi hal tersebut dibutuhkan penyelesaian masalah melalui kegiatan mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses mediasi, peran yang diberikan oleh mediator, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan mediasi di kantor BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) Jakarta Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis, informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang klien dan dua orang mediator BP4 setempat. Adapun teknik dalam menentukan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif yang lebih menekan makna dibandingkan penilaian secara generalisasi. Menurut Soerjono Soekanto peran (role) merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Jika seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan peranan. Menurut Mashdar Muzaijin dan Suaedy Soleh, penyuluh memiliki fungsi konsultatif yakni penyuluh menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga atau sebagai anggota masyarakat umum. Mediasi merupakan tindakan akhir bagi pasangan suami isteri yang berselisih agar menemukan jalan keluar permasalahan mereka. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi diadakan rutin setiap minggunya dan dilakukan secara terpisah terlebih dahulu (caucus-caucus). Permasalahan yang diadukan diantaranya; miss communication, faktor ekonomi, adanya orang ketiga (PIL/WIL) dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Faktor pendukung pelaksanaan mediasi ialah 1) kredibilitas mediator, 2) I’tikad baik suami dan istri, serta 3) keterbukaan klien. Adapun faktor penghambat pelaksanaan mediasi adalah 1) durasi pelaksanaan mediasi, 2) ketegasan mediator, 3) tidak ingin permasalahan diketahui orang lain, 4) masalah sudah terlalu berat, 5) ketidakpedulian masing-masing pihak dan 6) faktor biaya. Kata Kunci: Peran, Proses Mediasi, dan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4)
Description: v, 136 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47704
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MAYYADAH NA'IM-FDK.pdf11.99 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.