Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47689
Title: Metode Therapeutic Community Dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Klien Korban Penyalahgunaan Napza Di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (Brs Kpn) “Galih Pakuan” Putat Nutug Bogor
Other Titles: --
Authors: Vita Virginia
Advisors: Rini Laili Prihatini
Keywords: Percaya diri, Penyalahgunaan NAPZA;Metode Therapeutic Community (TC)
Issue Date: 20-Mar-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Laporan BNN tahun 2014 menyebutkan kasus tertinggi narkotika tahun 2013 berjumlah 21.269 kasus. Tingginya angka tersebut maka sudah seharusnya NAPZA diperangi dengan dua sudut yaitu supply reduction dan demand reduction. Upaya demand reduction adalah upaya dibidang prevensi, terapi dan rehabilitasi yang dilindungi oleh undang-undang no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Salah satu bentuk rehabilitasi dengan metode therapeutic community (TC) yaitu pendekatan behavioral dimana berlaku system reward (penghargaan/penguatan) dan punishment (hukuman) dalam mengubah suatu perilaku meningkatkan kepercayaan diri klien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses rehabilitasi dengan metode TC dan mengetahui faktor-faktor dalam meningkatkan kepercayaan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Subyek penelitian ini adalah 1 konselor, 2 klien serta 2 orang tua klien. Adapun teknik menentukan informan untuk dijadikan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball dan analisis data yang digunakan adalah teknik analisis domain. Teori yang digunakan adalah teori behavioris dari Skinner dimana berlaku sistem Reward (penghargaan/penguatan) dan Punistment (hukuman) dalam mengubah suatu perilaku dan Teori Percaya Diri dari Gael Lindenfield mendefinisikan kepercayaan diri keyakinkan pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan sudah berjalan dan efektif sebagai upaya dan langkah menyelamatkan korban penyalahgunaan NAPZA yang merupakan “man helping mn to help himself” yaitu seseorang menolong orang lain untuk menolong dirinya sendiri dengan 80% tingkat keberhasilan yaitu 10 dari 8 orang klien. Sedangkan metode TC dalam meningkatkan kepercayaan diri, hal itu terlihat bahwa rehabilitasi memperbaiki perilaku dengan mendapatkan reward setiap melakukan hal positif agar menjadi bahan insteropeksi diri untuk berfikir apa yang telah dilakukan dan menjadi motivasi dan punishment sebagai efek jera agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sehingga sebagai perubahan klien sebelum dan sesudah menjalani rehabilitasi. Faktor-faktor yang akan meningkatkan kepercayaan diri klien meliputi faktor intern berupa: citra diri, pemahaman diri, ketegasan, pengendalian perasaan, tujuan yang jelas, dan komunikasi dengan orang lain sedangkan faktor ekstern berupa: dukungan sosial. Kata kunci: Metode Therapeutic Community (TC), Percaya diri, Penyalahgunaan NAPZA
Description: xvii, 174 hlm,; 26 cm..
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47689
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
VITA VIRGINIA-FDK.pdf7.14 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.