Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47589
Title: Analisis efisiensi produksi usahatani tebu rakyat pola mekanisasi dan semi mekanisasi mitra pabrik gula Ngadiredjo di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur
Authors: Muhaemin
Advisors: Elpawati
Akhmad Riyadi Wastra
Keywords: Tebu;Mekanisasi;Semi mekanisasi;Perbatasan stokastik;Rasio R/C
Issue Date: 3-Jul-2019
Publisher: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) sistem usahatani tebu rakyat pola mekanisasi dan semi mekanisasi; (2) tingkat efisiensi dan faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi tebu rakyat peserta mekanisasi dan semi mekanisasi; dan (3) pendapatan usahatani tebu pola mekanisasi dan semi mekanisasi. Pengumpulan data dilakukan kepada seluruh petani di Kecamatan Ngadiluwih dan Kandat dengan metode survei (kuisioner). Data dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas (perbatasan stokastik), kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan R software. Ada tiga variabel yang berpengaruh nyata pada produksi usahatani tebu nonkeprasan mekanisasi, yaitu tenaga kerja, pupuk ZA dan phonska. Variabel tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi usahatani pada pola tanam nonkeprasan semi mekanisasi dan keprasan mekanisasi. Pada pola tanam keprasan semi mekanisasi tidak ditemukan variabel yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi. Efisiensi teknik pola tanam mekanisasi dan semi mekanisasi dinyatakan inefisien. Luas lahan dan jumlah benih menyebabkan ketidakefisienan ekonomi pada pola tanam nonkeprasan mekanisasi dan nonkeprasan semi mekanisasi. Hal yang sama juga berlaku pada pola tanam keprasan mekanisasi dan keprasan semi mekanisasi dengan variabel luas lahan. Penerimaan tertinggi diperoleh dari usahatani tebu keprasan mekanisasi (Rp. 58.223.529,00/ha), sedangkan penerimaan terendah diperoleh dari usahatani tebu nonkeprasan mekanisasi (Rp. 52.541.175,00/ha). Biaya produksi tertinggi terjadi pada usahatani tebu nonkeprasan semi mekanisasi (Rp. 50.967.670,00/ha) dan terendahnya (Rp. 40.540.925,00/ha) terjadi pada usahatani tebu keprasan mekanisasi. Selanjutnya, pendapatan bersih tertinggi ditemukan pada usahatani tebu keprasan mekanisasi (Rp. 17.682.603,00/ha) dan terendahnya pada usahatani tebu nonkeprasan semi mekanisasi (Rp. 3.277.207,00/ha). Rasio R/C >1 menunjukkan bahwa semua usahatani, baik pola tanam mekanisasi maupun semi mekanisasi memberikan keuntungan bagi petani.
Description: xvi, 113 hlm; 29 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47589
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUHAEMIN-FST.pdf4.1 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.