Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47423
Title: Analisis perbandingan pendapatan psahatani padi organik dan usahatani padi anorganik (studi kasus : Kelompok Tani Sumber Urip dan Kelompok Tani Harta Jaya di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Authors: Dhimas Rozil Gufron
Advisors: Junaidi
Titik Inayah
Keywords: Usahatani, Usahatani Padi Organik, Usahatani Padi Anorganik, Uji Beda;Usahatani, Usahatani Padi Organik, Usahatani Padi Anorganik, Uji Beda;Usahatani Padi Organik;Usahatani
Issue Date: 5-May-2019
Publisher: FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Series/Report no.: -;-
Abstract: Pertanian Indonesia adalah pertanian tropika, karena sebagian besar berada di daerah tropis yang langsung dipengaruhi oleh garis katulistiwa (Karyono,2001 : 142). Indonesia merupakan negara kaya dengan sumberdaya alam. salah satunya adalah pertanian yang beranekaragam. Salah satu komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan pokok dan memiliki potensi untuk dikembangkan adalah padi atau beras. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah sentral penghasil beras di Provinsi Jawa Timur, namun tingginya produksi padi di Banyuwangi masih lebih banyak berasal dari hasil usahatani padi anorganik. Sehingga petani padi di Banyuwangi menjalankan usahataninya tidak menggunakan sistem pertanian berkelanjutan yaitu usahatani padi organik. Rendahnya minat berusahatani padi organik menurut Pak Saidi selaku ketua Kelompok Tani Sumber Urip disebabkan oleh : (1) petani belum banyak berminat dengan sistem pertanian organik (2) kurangnya pemahaman para petani terhadap sistem pertanian organik (3) belum optimalnya organisasi petani yang terkait dengan penyuluhan dan sertifikasi dan (4) kurangnya pengetahuan petani akan potensi dan keuntungan produksi padi organik. Desa watukebo, kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur adalah salah satu desa yang petaninya mengusahatanikan padi dengan cara sistem organik dan sistem anorganik. Salah satu kelompok tani yang berada di Desa Watukebo yang meproduksi padi organik adalah Kelompok Tani Sumber Urip dan yang memproduksi padi anorganik ialah Kelompok Tani Harta Jaya . Dari kedua kelompok tersebut peneliti ingin meneliti manakah pendapatan yang lebih menguntungkan antara usahatani padi organik dan padi anorganik . Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbandingan struktur biaya usahatani padi organik pada Kelompok Tani Sumber Urip dan usahatani padi Anorganik pada Kelompok Tani Harta Jaya di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (2) mengetahui perbandingan pendapatan usahatani padi organik dan usahatani padi anorganik pada kelompok tani Harta Jaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2018 di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi penelitian dipilih secara purposive (sengaja), dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah sau usahatani padi dengan cara organik dan anorganik. Alat analisis yang digunakan analisis biaya, analisis pendapatan, R/C rasio dan Uji Beda dua sample t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Total biaya usahatani padi organik sebesar Rp 11,042,735/ha/satu kali musim tanam lebih rendah dibandingkan total biaya padi anorganik sebesar Rp 11,154,570/ha/ satu kali musim tanam. (2a) Rata-Rata total penerimaan usahatani padi organik dalam satu musim tanam adalah Rp 27,048,320 dan Rata-Rata total penerimaan usahatani padi anorganik sebesar Rp 26,681,500. (2b) Rata-rata pendapatan usahatani padi organik sebesar Rp 16,005,585 sedangkan usahatani padi anorganik yakni Rp 15,526,930/ha/satu kali musim tanam. Rata-rata R/C rasio usahatani padi organik dan padi anorganik secara urut yaitu 2,4 dan 1,7. Oleh sebab itu, usahatani padi organik lebih menguntungkan dan efisien dibandingkan usahatani padi anorganik dalam satu musim tanam. (3) Hasil uji beda pendapatan usahatani padi organik dan usahatani padi anorganik terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini dikarenakan penerimaan petani padi organik lebih besar dibandingkan penerimaan padi anorganik. Kata Kunci : Usahatani, Usahatani Padi Organik, Usahatani Padi Anorganik, Uji Beda
Description: XVI, 79 hlm, 28 Cm.
metadata.dc.description.uri: -
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47423
ISSN: -
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
DHIMAS ROZIL GUFRON-FST.pdf2.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.