Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47288
Title: Kontribusi Media Melawan Radikalisme Di Indonesia (Studi Kasus Pemberitaan Harian Kompas Edisi 15 Mei 2018)
Other Titles: --
Authors: Yasir Arafat
Advisors: Kholis Ridho
Keywords: Wacana, Radikalisme;Harian Kompas.
Issue Date: 12-Jul-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: KONTRIBUSI MEDIA MELAWAN RADIKALISME DI INDONESIA (Studi Kasus Pemberitaan Harian Kompas Edisi 15 Mei 2018) Memasuki era digital 4.0 masyarakat begitu dimanjakan oleh kemajuan teknologi informasi. Karenanya masyarakat dengan mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi. Namun demikian sering kali infromasi yang berkembang tidak memili sumber yang jelas. Bahkan tidak jarang kemajuan teknologi informasi ini dimanfaatkan jaringan terorisme untuk menyebarkan paham radikal di masyarakat. Maka dari itu, diperlukan peran lebih dari media massa untuk mengurangi penyebaran radikalisme di Indonesia. Sebagai salah satu media yang dipercaya dan menjadi rujukan masyarakat dengan jumlah readership mencapai 1.409.784. Harian Kompas telah menjadikan radikalisme sebagai isu yang terus diawasi sekurangnya sejak satu dasawarsa terakhir. Berdasarkan latar belakang di atas, dipandang penting untuk mengeksplorasi peran Harian Kompas dalam menyampaikan konten-konten pemberitaan radikalisme di Indonesia. Apa saja wacana yang diulas Harian kompas terkait isu radikalisme dari sisi teks, konteks, dan kognisi sosial. Untuk itu, penulis menggunakan model analisis Teun A. Van Djik di mana dimensi wacana pada level teks, konteks, dan kognisi sosial relevan dengan bahasa skripsi ini. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis guna menemukan makna di balik teks pemberitaan radikalisme dalam Harian Kompas. Serta memakai pendekatan kualitatif melalui teknik studi dokumentasi dikuatkan dengan wawancara mendalam kepada penulis berita agar mendapatkan data secara menyeluruh. Hasil dari penelitian ini dapat dikatakan dari segi teks Harian Kompas menunjukkan bahwa Indonesia kuat dan tidak takut dengan terorisme. Bagaimana diperlukan peran aktif tokoh masyarakat, aparatur desa, dan pemerintah dalam mendeteksi adanya penyebaran radikalisme. Diperkuat oleh pandangan penulis berita bahwa saat ini radikalisme, terorisme, dan isu khilafah merupakan ancaman serius bagi Indonesia. Meski radikalisme menjadi konsen Harian Kompas akan tetapi intensitas dalam pemberitaannya Harian Kompas masih melihat kebutuhan dan momentum. Pasalnya, masih ada masalah lain di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seperti pemberantasan korupsi, pembangunan ekonomi, dan penataan birokrasi. Terlebih bagi Harian Kompas memberitakan sebuah isu secara terus menerus tanpa henti, juga dapat membuat masyarakat atau pembacanya merasa jenuh atau bosan. Oleh karenanya diharapkan agar isu radikalisme menjadi perhatian semua elemen terutama untuk Polri, Mentri Politik Hukum dan HAM, serta Presiden Indonesia Joko Widodo. Kata kunci : Wacana, Radikalisme, Harian Kompas.
Description: x, 126 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47288
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
YASIR ARAFAT-FDK.pdf3.4 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.