Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47281
Title: Analisis Kajian Literasi Politik Pada Channel Youtube Asumsi
Other Titles: --
Authors: Mohamad Firman Hadi
Advisors: Ade Rina Farida
Keywords: Asumsi, Literasi Politik;Media Sosial, YouTube
Issue Date: 12-Jul-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Tahun 2019 menjadi tahun penting dalam proses berdemokrasi di Indonesia, perhelatan pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi fokus utama media, tak terkecuali di media sosial. Channel YouTube asumsi hadir dengan keunikannya menekankan literasi politik dengan penyajian yang berbeda. Channel YouTube Asumsi menghadirkan ulasan literasi politik dengan kemasan yang ringan dan mudah dipahami oleh siapa pun, terutama membidik kaum millennial yang dilansir kurang tertarik dengan pembahasan politik. Founder Channel YouTube Asumsi, Pangeran Siahaan sempat dinobatkan sebagai presenter terbaik di Asia dalam acara Asian Television Award ke 22 yang digelar di Suntec Convention Center, Singapura dan untuk jumlah subscriber Channel YouTube Asumsi ketika tulisan ini dibuat mencapai 148.000 atas dasar itu penulis tertarik untuk meneliti literasi politik yang digunakan oleh Asumsi untuk menarik perhatian kaum millennial Berdasarkan latar belakang di atas maka muncul pertanyaan, Bagaimana proses literasi politik yang dilakukan oleh tim Asumsi melalui Channel YouTube? Sedangkan metodologi yang penulis gunakan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Penelitian jenis ini menunjukkan bahwa kebenaran suatu realitas sosial adalah kebenaran yang bersifat relatif dari hasil konstruksi sosial. Peneliti melakukan observasi, wawancara, studi kasus dan studi pustaka untuk mendapatkan data penelitian. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis deskriptif. Teori yang digunakan peneliti adalah teori literasi politik Bernard Crick dalam buku Prof. Andi Faisal Bakti, dkk, Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi. Teori ini menjelaskan bagaimana konsep literasi politik dan tahapan partisipasi politik Literasi politik yang dilakukan oleh Asumsi pada Channel YouTube mereka, dibagi kedalam 11 playlist namun penulis mengerukutkan lagi kedalam 5 playlist yang diantaranya; Asumsi Kolektif, Pangeran Mingguan, Dengerin Dong, Asumsi Original, #MillenialMenjawab. Akan tetapi, karena bervariasi nya playlist dan deadline yang singkat menjadikan YouTube Asumsi tidak konsisten dalam men upload video-video terkait literasi. Sebagai contoh literasi yang dilakukan oleh asumsi adalah pada video “APA SIH APLIASI DPR NOW? - Dengerin Dong”, dalam video tersebut asumsi me review sebuah aplikasi yang berguna untuk memantau kegiatan DPR dan menginformasikan nya ke pada khalayak. Apa yang sudah dilakukan oleh Asumsi dalam meliterasi khalayak khususnya di platform YouTube harus mendapat apresiasi. Karena minimnya konten yang mendidik di channel –channel YouTube saat ini dan apa yang sudah dilakukan Asumsi juga merupakan suatu gerakan yang memanfaatkan media digital untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Kata kunci: Asumsi, Literasi Politik, Media Sosial, YouTube
Description: vii, 57 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47281
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MOHAMAD FIRMAN HADI-FDK.pdf1.9 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.