Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47273
Title: Analisis Framing Pemberitaan Pengesahan Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Di Detik.Com Dan Republika Online
Other Titles: --
Authors: Ahmad Muhajirin
Advisors: Gun Gun Heryanto
Keywords: Kontroversi, Perpres TKA Nomor 20 Tahun 2018;Tenaga Kerja Asing, Framing, Zhongdang Pan;Gerald M.Kosicki, Detik.com, Republika Online.
Issue Date: 31-May-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pengesahan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (Perpres TKA) oleh Presiden Joko Widodo Pada 26 Maret 2018 menimbulkan kontroversi di masyarakat. Pihak-pihak yang pro menganggap Perpres TKA akan memberikan investasi lebih banyak dari luar negeri ke dalam negeri. Sementara, pihak-pihak yang kontra justru merasa Perpres TKA akan membuat arus kedatangan pekerja asing ke dalam negeri semakin deras dan mengancam tenaga kerja lokal. Kebijakan tersebut menjadi sorotan dan pemberitaan di berbagai media massa. Terlihat Detik.com dan Republika Online cukup masif memberitakan pengesahan kebijakan tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut munculah pertanyaan yaitu bagaimana Detik.com dan Republika Online membingkai pemberitaan pro kontra mengenai Pengesahan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 berdasarkan framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki? Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model framing tersebut menggunakan empat struktur dalam membedah teks yaitu, sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas yang diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman yang menyatakan bahwa konstruksi media massa atas realitas sosial melihat bagaimana realitas dipandang oleh individu secara subjektif. Hasil penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa Detik.com dan Republika Online memiliki perbedaan perspektif dalam memberitakan pro kontra mengenai pengesahan Perpres TKA Nomor 20 Tahun 2018. Detik.com menilai deregulasi mengenai kebijakan tenaga kerja asing perlu dilakukan melalui Pengesahan Perpres Nomor 20 Tahun 2018, agar lebih resposif terhadap perkembangan zaman sehingga berdampak pada peningkatan investasi di Indonesia. Sementara, Republika Online mengkonstruksikan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 sebagai kebijakan yang bermasalah karena bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Perpres TKA juga dikonstruksikan sebagai kebijakan yang tidak memberikan solusi atas permasalahan TKA terutama terkait pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan TKA di Indonesia. Kata Kunci : Kontroversi, Perpres TKA Nomor 20 Tahun 2018, Tenaga Kerja Asing, Framing, Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki, Detik.com, Republika Online.
Description: viii, 143 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47273
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AHMAD MUHAJIRIN-FDK.pdf9.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.