Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47142
Title: Pengaruh self-esteem, self-consciousness, dan social support terhadap inauthentic self-presentation pengguna instagram
Authors: Cahaya Asyifa
Advisors: Ilmi Amalia
Keywords: self-esteem;self-consciousness;social support;inauthentic self-presentation;Instagram
Issue Date: 27-Jun-2019
Publisher: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Instagram dinilai merupakan media sosial yang memiliki dampak negatif terbesar pada kesehatan remaja usia 14 hingga 24 tahun. Dampak negatif yang dirasakan oleh remaja ini diduga disebabkan karena unggahan foto atau video yang diunggah di Instagram cenderung bukanlah refleksi sebenarnya dari kehidupan remaja tersebut. Fenomena ini dinamai dengan istilah inauthentic self-presentation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari self-esteem, self-consciousness, dan social support terhadap perilaku inauthentic self-presentation pengguna Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi berganda. Sampel pada penelitian ini merupakan 323 pengguna Instagram yang berusia dari 15 hingga 24 tahun yang diambil dengan teknik non-probability sampling, yakni convenient sampling. Dalam penelitian ini peneliti mengadaptasi dan memodifikasi instrumen pengumpulan data yaitu Self-Presentation on Facebook Questionnaire (SPFBQ) oleh Michikyan et al. (2015), The Self-Liking/Self-Competence Scale (SLCS) oleh Tafarodi & Swann Jr (2001), The Self-Consciousness Scale: A Revised Version for Use with General Populations yang dikembangkan oleh Carver & Scheier (1985) dan The MOS Social Support Survey oleh Sherbourne & Stewart (1991). Uji validitas instrument dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari self-esteem, self-consciousness, dan social support terhadap inauthentic self-presentation pengguna Instagram. Kemudian dari tiga variabel tersebut, peneliti mengukur masing-masing pengaruh dari dimensi tiap variabel tersebut, yang berjumlah seluruhnya delapan dimensi, terhadap inauthentic self-presentation pengguna Instagram dan ditemukan dua dimensi yang memiliki nilai koefisien regresi yang signifikan, yaitu: self-liking, yang merupakan dimensi dari self-esteem dan public self-consciouness yang merupakan dimensi dari self-consciousness. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya dapat lebih mempertimbangkan untuk menguji pengaruh variabel lain seperti selfcriticism atau self-concept clarity.
Description: xiv, 87 hlm. ; 29 cm.
metadata.dc.description.uri: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/submit#dc_subject
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47142
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
CAHAYA ASYIFA-FPSI.pdf1.89 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.