Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47110
Title: Etika Seorang Muslim Dalam Berdo’a (Analisis Semiotik Makna Aqidah Dalam Film Do’a Yang mengancam ) Karya : Hanung Bramantyo
Other Titles: --
Authors: Zulfa
Advisors: S.Hamdani
Keywords: Do‘a, aqidah;mengancam, film, dan Allah.
Issue Date: 3-May-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Etika Seorang Muslim dalam Berdo’a (Analisis Semiotik Makna Aqidah dalam Film Do’a yang Mengancam) Karya : Hanung Bramantyo Menjaga aqidah atau keimanan diri kita kepada Tuhan tidaklah mudah, sebab banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya yaitu jika kita tidak sabar dalam berdo‘a. Ketika kita mulai lelah karena do‘a kita belum dikabulkan, maka setan sangat mudah untuk mempengaruhi keimanan kita. Tokoh Madrim dalam film ini mengajarkan kita agar bersabar dalam menunggu terkabulnya do‘a, karena Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan tokoh Madrim mengajarkan pula bagaimana kita harus menjaga aqidah kepada Allah dengan sekuat-kuatnya, tanpa memperdulikan bisikan-bisikan negatif terutama jika setan mengganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan kejelasan tentang etika seorang muslim dalam berdo‘a. Adapun rumusan masalah dalam peneliti ini adalah Bagaimana makna Denotasi, Konotasi, dan MitosAqidah dalam film Do‘a yang Mengancam? Apa saja makna aqidah dalam film Do‘a yang Mengancam? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model deskriptif, serta menggunakan teori semiotik Roland Barthes. Teori semiotik ini terdiri dari makna denotasi, konotasi dan mitos. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil gambar dan dialog yang terdapat pada film do‘a yang mengancam dan sesuai dengan rumusan masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini banyak terdapat adegan-adegan yang mengandung makna aqidah dalam film do‘a yang mengancam yaitu, mengancam Allah dalam do‘a, meragukan Allah, melakukan perbuatan syirik dan yakin kembali kepada Allah. Film ini memberi pelajaran bahwa etika seorang hamba dalam berdo‘a kepada Tuhannya harus dengan sungguh-sungguh dan diiringi dengan kesabaran. Maka makna denotasi aqidah yaitu kita harus yakin Allah akan mengabulkan do'a yang kita panjatkan dan jangan Tuhan jika doanya belum dikabulkan. Makna konotasi aqidah yaitu do‘a disertai dengan usaha akan mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik. Makna mitos aqidah yaitu jangan asal mengucap, karena setiap kata yang terucapkan adalah do‘a yang terlantunkan. Kata kunci: Do‘a, aqidah, mengancam, film, dan Allah. ABSTRACT Zulfa 11140510000015 The Ethics of a Muslim in Praying (Analysis of Semiotics Meaning of Aqidah in Doa yang Mengancam Movie) Keeping our aqidah or faith in God is not easy, because there are many factors that influence it. One of them is if we are impatient in praying. When we start to get tired of not having the answer of our pray, the devil is very easy to influence our faith in God. The character of Madrim in this movie teaches us that we can be patient in waiting for the prayer being come true because Allah knows what is the best for His servants. The character of Madrim also teaches how we must keep our aqidah to Allah with all our might, regardless of negative whispers from the devil for disturbing us. The purpose of this research is to provide clarity about the ethics of a Muslim in praying. The formulation of the problem in this research is how the meaning of Denotation, Connotation, and Myth of aqidah in "Doa yang Mengancam" movie? What are the meanings of aqidah in "Doa yang Mengancam" movie? This research uses qualitative research methods with descriptive models and uses Roland Barthes's semiotic theory. This semiotic theory consists of the meanings of denotation, connotation, and myth. The analysis used in this research is by taking pictures and dialogue contained in "Doa yang Mengancam" movie and in accordance with the problem statement. Data collection techniques used in this research are observation and documentation. The results of the research are many scenes that contain the meaning of aqidah in "Doa yang Mengancam" movie, that are threatening Allah in prayer, doubting Allah, doing shirk, and returning to faith in Allah. This movie gives a lesson that the ethics of a servant in praying to his God must be earnest and accompanied by patience. Then the meaning of denotation of aqidah is that we have to be sure that God will grant the prayer and do not blame God even threaten him if the prayer has not been granted. The meaning of the connotation of aqidah is that prayer is accompanied by an effort to change someone's fate for the better. The meaning of myth of aqidah is not to say it carelessly, because every word that is spoken is a chanted prayer. Keywords: Prayer, Aqidah, Threatening, Movie, and Allah.
Description: ix, 82 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47110
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ZULFA-FDK.pdf2.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.