Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47072
Title: Pemanfaatan Twitter Oleh Partai Keadilan Sejahtera (Pks) Jelang Pemilihan Umum 2019
Other Titles: --
Authors: Hakiki Tertiari Hijriawan
Advisors: Pia Khoirotun Nisa
Keywords: PKS, Pemilu, Media Sosial;Twitter, Konvergensi Simbolik.
Issue Date: Apr-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pemanfataan Twitter Oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jelang Pemilu 2019 Indonesia memasuki tahun politik pada tahun 2019. Hal itu ditandai dengan terselenggaranya Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2019. PKS merupakan salah satu konstentan pada Pemilu 2019. Dewasa ini media sosial salah satunya Twiter yang dijadikan media politik untuk menjaring suara. PKS merupakan salah satu partai yang aktif di Twitter. Penggunaan Twitter sebagai salah satu media politik. Keberhasilan penggunaan Twitter sebagai media politik untuk penyampaian pesan politik sudah banyak dilakukan. Karena itu peneliti meneliti seperti apa Pemanfaatan Twitter Oleh PKS Jelang Pemilu 2019. Berdasarkan latar belakang diatas, maka timbul rumusan masalah. Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana pemanfaatan Twitter oleh Partai Keadilan Sejahtera Jelang Pemilu 2019? Dan konten apa saja yang dibuat oleh Partai Keadilan Sejahtera di Twitter Jelang Pemilu 2019? Teori yang digunakan adalah Konvergensi Simbolik oleh Robert Bales yang dipopulerkan oleh Ernest Borman. Dengan teori ini, peneliti mencoba meneliti pemanfataan Twitter PKS jelang Pemilu 2019, dalam hal ini konten yang dibuat oleh PKS di Twitter. Konvergensi Simbolik yang dipopulerkan Ernest Bormann merupakan usaha untuk memunculkan kesadaran umum untuk menghasilkan motif, emosi dan perasaan bersama. Dalam hal ini akan dilihat dari 4 unsur Konvergensi Simbolik yaitu Tema Fantasi, Symbol Cue, Tipe Fantasi, dan Saga. PKS sendiri menggunakan Twitter untuk mengangkat isu yang merujuk pada pengenalan tokoh partai, dakwah, isu politik terbaru, saling menyapa warganet. Dan untuk Twitter PKS lebih fokus untuk menyusun tata bahasa dalam menyampaikan kontennya. Adapun pesan politik yang disampaikan PKS merujuk pada jargon Ayo Lebih Baik. Hal itu bertujuan untuk menciptakan citra, image dan brand baru PKS. Kata kunci: PKS, Pemilu, Media Sosial, Twitter, Konvergensi Simbolik.
Description: xiii, 203 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47072
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
HAKIKI TERTIARI HIJRIAWAN-FDK.pdf1.9 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.