Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47067
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorBintan Humeiraid
dc.contributor.authorEgha Fridha Agathaid
dc.date.accessioned2019-09-10T09:37:55Z-
dc.date.available2019-09-10T09:37:55Z-
dc.date.issued2019-05-14-
dc.identifier.issn---
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47067-
dc.descriptionix, 135 hlm,; 26 cm.id
dc.description.abstractFilm umumnya mengangkat isu atau realitas yang dekat dengan kehidupan sekitar dan tidak lepas dari konteks budaya. Salah satu realitas yang semakin banyak disuarakan dalam film adalah isu ketidakadilan gender. The Stoning of Soraya M. merupakan film yang menceritakan tentang ketidakadilan gender yang dialami oleh perempuan di daerah Kupayeh, Iran. Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana makna denotasi ketidakadilan gender yang terkandung dalam film The Stoning of Soraya M.? Bagaimana makna konotasi ketidakadilan gender yang terkandung dalam film The Stoning of Soraya M.? Bagaimana makna mitos ketidakadilan gender yang terkandung dalam film The Stoning of Soraya M.? Penelitian ini mengacu pada paradigma konstruksionis dimana konsentrasi analisisnya adalah menemukan bagaimana dan dengan cara apa realitas tersebut dibentuk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthers. Penelitian ini menggunakan teori ketidakadilan gender Mansour Fakih. Menurut Mansour Fakih ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur dimana baik kaum laki-laki dan perempuan menjadi korban bagi sistem tersebut. Ketidakadilan gender terbagi menjadi lima bentuk ketidakadilan yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan dan beban kerja. Berdasarkan makna denotasi, konotasi dan mitos dalam film The Stoning of Soraya M. ditemukan bahwa perempuan mengalami ketidakadilan gender akibat melekatnya budaya patriaki di daerah tersebut yang memberikan kekuasaan lebih terhadap laki-laki untuk mengatur dan membuat keputusan dalam lingkup keluarga maupun ruang publik. Kata Kunci: Makna, Semiotika, Ketidakadilan, Gender, Film.id
dc.description.sponsorshipBintan Humeira, M,Siid
dc.description.uri--id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.relation.ispartofseries--;---
dc.subjectMakna, Semiotika, Ketidakadilanid
dc.subjectGender, Film.id
dc.titleMakna Ketidakadilan Gender Dalam Film The Stoning Of Soraya M.id
dc.title.alternative--id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
EGHA FRIDA AGHATA-FDK.pdf37.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.