Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47032
Title: Transgender Dalam Bingkai Pemberitaan Waria Setara Warga Di Majalah National Geographic Indonesia
Other Titles: --
Authors: Sururoh Tullah Adedoin Uthman
Advisors: Siti Napsiah
Keywords: Frame, Transgender, National Geographic Indonesia;Keadilan, Kesetaraan.
Issue Date: 12-Apr-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullahi Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Transgender Dalam Bingkai Pemberitaan Waria Setara Warga di Majalah National Geographic Indonesia Majalah National Geographic Indonesia adalah majalah mainstream yang mengungkapkan pemberitaannya berlandaskan pisau bedah ilmu pengetahuan. Januari 2017 ―Transgender‖ menjadi pembahasan khusus dalam Majalah National Geographic Indonesia. Bagaimana transgender dikupasdari segi ilmu pengetahuan dengan pengambilan sampel transgender di Yogyakarta yang jelas memiliki tendensi keagamaan yang kuat baik dengan menjamurnya pesantren maupun sebagai ladang lahirnya ulama besar. Hal ini dapat menimbulkan kesepahaman bahwa transgender kini mulai diterima di kota yang kultur agamanya kuat. Berlandaskan hal tersebut peneliti melihat Majalah National Geographic Indonesia mememanfaatkan momen ini untuk menggiring opini publik mengenai dukungan dan penerimaan Transgender di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana bingkai pemberitaan transgender di Majalah National Geographic Indonesia dan bagaimana Majalah National Geographic Indonesia membangun frame tentang transgender. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas dan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki untuk menganalisis data. Terdapat empat struktur dalam framing Pan Kosicki, yaitu struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Perangkat framing ini menjadi alat bagi peneliti untuk memahami bagaimana media mengemas peristiwa dengan strategi pemakaian kata, kalimat, lead, hubungan antar kalimat, foto dan grafik. Dengan demikian dapat terlihat cara yang digunakan oleh media untuk menonjolkan pemaknaan dalam suatu peristiwa. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif ini dilakukan oleh peneliti dengan menganalisis data temuan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini dapat diambil garis besar bahwa frame yang dikonstruksikan oleh Majalah National Geographic Indonesia kepada pembaca bahwa transgender harus dianggap sama dan setara, dengan pemaparan data dan pisau bedah kemanusiaan. Namun kecacatan yang dengan amat bijak National Geographic Indonesia lakukan adalah sengaja menggiring opini pembaca kepada frame kemanusiaan dengan mengelakkan data-data lain, seperti pertimbangan sisi ilmu pengetahuan dari segi kesehatan terhadap Transgender. Peneliti menghimbau kepada pembaca supaya dapat memahami giringan opini media dalam setiap pemberitaan yang disampaikan agar tidak sertamerta menerima gagasan media tersebut. Kata kunci : Frame, Transgender, National Geographic Indonesia, Keadilan, Kesetaraan.
Description: viii, 111 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47032
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SURUROH TULLAH ADEDOIN UTHMAN-FDK.pdf31.45 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.