Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47019
Title: Konflik Agraria Suku Marind Orang Mahuze dan Kebijakan Pemerintah Indonesia: Studi Film Dokumenter The Mahuzes Karya Watchdoc
Other Titles: --
Authors: Muharromah
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: Konflik Agraria;Naratif, Film Dokumenter
Issue Date: 9-Apr-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullahi Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Konflik Agraria Suku Marind Orang Mahuze dan Kebijakan Pemerintah Indonesia: Studi Film Dokumenter The Mahuzes Karya Watchdoc Film The Mahuzes merupakan film yang diangkat dari kisah nyata suku Marind marga Mahuze yang memperjuangkan tanah mereka dari perusahaan yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam program kerja MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). PT ACP (Agriprima Cipta Persada) merupakaan perusahaan kelapa sawit yang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia meminta para warga Mahuze untuk menjual tanah mereka dan akan dijadikan perkebunan kelapa sawit. Perjuangan dan kegigihan warga Mahuze dalam mempertahankan tanah nenek moyang mereka digambarkan secara jelas dan detail dalam film ini. Adapun masalah yang ingin diungkapkan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui alur yang ada di film The Mahuzes? dan bagaimana penokohan yang terkandung dalam film The Mahuzes Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis naratif yang dikembangkan oleh Tzveten Todorov dan Vladimir Propp. Pengumpulan data dilakukan melalui research document, kemudian melakukan pengamatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki kemudian mencatat dan memilih adegan yang sesuai dengan penelitian. Tema besar dalam film ini adalah mengenai konflik agraria di film dokumenter yang berjudul The Mahuzes. Dalam film ini terbagi menjadi tiga alur yaitu, alur awal yang menjelaskan awal permasalahan program MIFEE yang masuk ke daerah Merauke. Lalu dilanjutkan ke alur tengah menjelaskan bagaimana konflik warga Mahuze dengan PT ACP (Agriprima Cipta Persada) yang merebutkan tanah ulayat. dan alur akhir. Selain dibagi menjadi beberapa alur dalam film ini juga terdapat beberapa tokoh, seperti dijelasakan oleh teori Vladimir Propp. Penokohan tersebut antara lain the hero adalah pemeran utama yang diperankan oleh Agustinus Mahuze dan Darius Nenob, the villain adalah yang memunculkan masalah dalam film ini yang memunculkan masalah adalah PT ACP (Agriprima Cipta Persada), the donor merupakan tokoh yang membantu pemeran utama, dalam film ini diperankan oleh Nico Rumbayan tokoh agama dan Max Mahuze tokoh masyarakat , the false hero dalam film ini diceritakan bahwa para aparatur pemerintah seperti TNI dan polisi bukan membela rakyat vi malah justru memihak kepada investor, dan the helper dalam film ini ada Gibze Mahuze yang turut andil untuk menolong Agustinus dan Darius Nenob. Film ini menunjukkan bahwa program kerja MIFEE ini yang sebenarnya masih belum selesai dibuat kebijakannya, hal ini dapat dilihat pada alur akhir film The Mahuzes yang menjelaskan masih adanya pro kontra oleh para petinggi birokrasi daerah Papua. Walaupun dalam permasalahan hukum, program kerja pemerintah yang satu ini sudah mempunyai undang-undang sendiri. Selain itu masih banyak juga warga yang keberatan seperti dijelaskan di alur tengah, banyak warga yang melakukan penolakan terkait penanaman kelapa sawit yang merusak hutan adat setempat. Walaupun program kerja ini tetap dipaksakan terjadi. Kata kunci: Naratif, Film Dokumenter, dan Konflik Agraria
Description: x, 91 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47019
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUHARROMAH-FDK.pdf3.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.